Pada mobil keluaran saat ini sudah tidak ada lagi yang menggunakan sistem karburator. Semuanya sudah dilengkapi dengan sistem EFI (Electronic Fuel Injection) yang didukung oleh berbagai macam sensor penunjang. Dengan dilengkapi teknologi yang canggih, akan mempermudah kita dalam mendeteksi kerusakan jika terjadi problem pada sensor-sensor mobil EFI melalui lampu MIL (Malfunction Indicator Lamp). Adapun pembahasannya silahkan simak keterangan berikut.

a. Letakkan mobil EFI yang akan di diagnosis pada tempat yang standard.

Catatan: Malfunction Indicataor Lamp (MIL) akan berkedip-kedip sewaktu kunci kontak diputar ke “ON” atau putaran mesin di bawah 2.000 putaran permenit (rpm). Pada semua kondisi lain, MIL akan tetap hidup dan tetap hidup.

b. Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

c. Malfuction indicator (MIL) berkedip-kedip.

d. Catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan penyebab persoalan.

e. Jika MIL tidak hidup atau berkedip, sistem dalam keadaan normal.

f. Jika ingin membaca memori EFI untuk data kesukaran, lakukan sebagai berikut:

– Untuk membaca data persoalan yang telah disimpan. Putar kunci kontak ke posisi “OFF”.

– Lepaskan front top cover.

– Lepaskan connector cover (penutup konektor) dari Data Link Connector (DLC) [konektor sambung data], seperti terlihat pada gambar di bawah ini :

– Hubungkan special tool ke Data Link Connector (DLC).

– Putar kunci kontak ke posisi “ON”.

– Jika ECU tidak menyimpan data memori pendiagnosisan sendiri, MIL akan menyala terus ketika kunci kotak di putar ke posisi “ON”.

– Catat berapa kali MIL berkedip dan tentukan penyebab persoalan.

Catatan:

1. Pada sistem EFI, MIL (Malfunction Indicator Lamp) menunjukkan kode-kode masalah/persoalan yang terjadi pada sepeda motor. Jumlah kedipannya dari 0 sampai 54. Jenis kedipan dari MIL ada dua, yaitu kedipan pendek (0,3 detik) dan kedipan panjang (1,3 detik). Jika sebuah kedipan panjang terjadi, dan kemudian dua buah kedipan pendek, berarti kode persoalan itu adalah 12 karena satu kedipan panjang = 10 dan dua kedipan pendek = 2 kedipan.

2. Jika ECU menyimpan beberapa kode kegagalan/masalah, MIL memperlihatkan kode kegagalan menurut urutan dari jumlah terendah sampai tertinggi.

3. Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian MAP sensor, MIL akan berkedip 1 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian MAP sensor antara lain; kontak longgar atau lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel MAP sensor dari sensor unit, atau MAP sensor tidak bekerja dengan baik.

4. Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian suplai (daya) atau massa sensor unit, MIL akan berkedip 1, 8 dan 9 kali. Penyebab kegagalannya antara lain ; kontak longgar atau lemah pada sensor unit, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel daya atau massa sensor unit, atau sensor unit tidak bekerja dengan baik. Sensor unit adalah gabungan dari TP (Throttle Positioner), MAP (Manifold Absolute Pressure), dan IAT (Intake Air Temperature) sensor.

5. Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian EOT (Engine Oil Temperature) sensor, MIL akan berkedip 7 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian EOT sensor antara lain; kontak longgar atau lemah pada EOT sensor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel EOT sensor, atau EOT sensor tidak bekerja dengan baik.

6. Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian Bank Angle Sensor (BAS), MIL akan berkedip 54 kali. Penyebab kegagalan pada rangkaian BAS antara lain; kontak longgar atau lemah pada bank angle sensor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel Bank Angle Sensor, atau BAS tidak bekerja dengan baik.

7. Jika terjadi kegagalan fungsi di dalam ECU, MIL akan berkedip 33 kali. Penyebab kegagalannya adalah karena ECU tidak bekerja dengan baik.

8. Jika terjadi kegagalan fungsi pada data link (penghubung kabel data) atau rangkaian MIL, MIL akan hidup terus. Penyebab kegagalannya antara lain; kontak longgar atau lemah pada injektor, terjadi rangkaian terbuka atau hubungan singkat (korslet) pada kabel injektor, injektor tidak bekerja dengan baik, atau ECU tidak bekerja dengan baik.

9. Jika terjadi kegagalan fungsi pada rangkaian injektor, MIL akan berkedip 12 kali. Penyebab kegagalannya antara lain ; hubungan singkat pada kabel Data Link Conector (DLC), hubungan singkat pada kabel MIL, atau ECU tidak bekerja dengan baik.

10. Secara umum, urutan pemeriksaan dan perbaikan dari kegagalan-kegagalan di atas adalah sebagai berikut:

a) Melakukan pemeriksaan terhadap kontak dari sambungan (konektor) komponen yang bersangkutan. Jika longgar atau lemah, perbaiki dengan mengencangkan posisinya.

b) Jika point a) di atas tidak bermasalah, lakukan pemeriksaan tahanan/resistansi pada terminal-terminal komponen yang bersangkutan dan juga periksa kontinuitas (hubungan) antara terminal dengan massa. (Untuk melihat standar/spesifikasi ukuran tahanan dan warna kabel, lihat buku manual yang bersangkutan).

c) Jika point b) di atas tidak bermasalah, lakukan pemeriksaan tegangan (voltage) antara konektor komponen yang bersangkutan pada sisi wire harness (rangkaian kabel dari ECU yang menuju komponen tersebut) dan massa. Khusus sensor yang hanya mempunyai dua terminal, ukur tegangan antara konektor sensor tersebut pada sisi wire harness (Untuk melihat standar/spesifikasi ukuran tegangan, lihat buku manual yang bersangkutan).

d) Jika pada pemeriksaan point c) di atas terdapat tegangan yang sesuai standar, ganti komponen (sensor) yang bersangkutan.

e) Jika pada pemeriksaan point c) di atas tidak terdapat tegangan yang sesuai standar, periksa kontinuitas antara konektor komponen (sensor) yang bersangkutan dengan konektor dari ECU. (Untuk melihat standar/spesifikasi warna kabel, lihat buku manual yang bersangkutan).

f) Jika pada pemeriksaan point e) di atas kontinuitas antara konektor tidak normal, berarti terdapat hubungan singkat (korslet) atau rangkaian terbuka pada kabel-kabel tersebut.

g) Jika pada pemeriksaan point e) di atas kontinuitas antara konektor normal, berarti terdapat masalah pada ECU. Ganti ECU dengan yang baru dan lakukan pemeriksaan sekali lagi.

Jika pada pemeriksaan diatas sudah dilakukan dan sesuai dengan prosedur, namun lampu MIL masih memberi peringatan, maka sensor yang rusak harus diganti. Tetapi jika terjadi kerusakan yang bisa diperbaiki, maka setelah perbaikan selesai memori yang tersimpan pada ECU harus di hapus. Cara penghapusan memori ECU aturannya bisa dibaca disini atau langsung mencabut salah satu fuse yang diperintahkan selama ± 30 detik. Namun, disarankan membaca terlebih dahulu buku petunjuk / manual booknya, sebab setiap kendaraan mempunyai cara sendiri-sendiri meskipun tujuannya sama.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *