Cara Kerja Fuel Pump Sistem Injeksi Lengkap Beserta Komponennya

Cara Kerja Fuel Pump Sistem Injeksi Lengkap Beserta Komponennya

Akhir-akhir ini, keluaran kendaraan pabrikan otomotif mayoritas sudah dilengkapi dengan sistem injeksi. Sistem injeksi merupakan suatu pengembangan dari sistem karburator dengan mekanisme pengkabutan bahan bakar dikontrol secara elektrik. Dikatakan elektrik karena semua sistem ditunjang dengan sensor-sensor yang membaca kondisi mesin yang kemudian dirubah mejadi sinyal tegangan oleh IC, selanjutnya sinyal tersebut dikirimkan ke ECU (Electronic Control Unit). Ibarat manusia, ECU adalah otak dari mesin injeksi yang memberikan perintah kepada semua komponen kendaraan agar bisa melaju dengan seefisien dan seefektif mungkin menyesuaikan dengan putaran dan beban mesin. Salah satu komponen penunjang agar suplai bahan bakar bisa efektif dan efisien adalah fuel pump. Apa itu fuel pump? Bagaimana cara kerjanya? Silahkan simak pembahasan berikut.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Mass Air Flow (MAF) Sensor pada Mobil EFI

Pengertian Fuel Pump

Fuel Pump adalah sebuah pompa bahan bakar yang digunakan untuk menarik bahan bakar yang terdapat di dalam tangki, kemudian disalurkan ke dalam sistem bahan bakar. Komponen fuel pump terdiri dari motor, pompa roller baling-baling, alat peredam bahan bakar, dan katup buang. Fuel pump berisi check valve tunggal yang bagian sisi outputnya membatasi pergerakan bahan bakar dari kedua arah, menjaga tekanan pada 40-45 psi (saat tak beroperasi). Dengan demikian, tekanan bahan bakar dibebaskan terlebih dahulu sebelum melayani sistem bahan bakar.

Cara Kerja Fuel Pump

Saat engine di-ON-kan, sensor-sensor pendukung sisten EFI semisal Engine Oil Temperature (EOT), Intake Air Temperature (IAT), Throttle Position Sensor (TPS), Manifold Air Pressure (MAP), dan O2 sensor memberikan input ke ECU. Input yang diberikan sensor berupa tegangan. Sebelumnya, sensor-sensor tersebut telah diberi tegangan sebesar 5 Volt oleh ECU, kecuali O2 sensor. Karena sensor O2 menghasilkan tegangan sendiri tanpa diberi oleh ECU. Selanjutnya, informasi yang diterima oleh ECU akan diolah dan diteruskan ke fuel pump untuk memompa bahan bakar sesuai kebutuhan engine agar suplai bahan bakar tidak telat dan proses pembakaran bahan bakar mesin tetap optimal.

Secara sederhana, fuel pump terdiri atas diafragma karet yang diapit dengan dua bagian serta ditekan oleh lengan camshaft elektrik yang memang dirancang sebagai tuas pompa. Biasanya kerja dari fuel pump mesin diesel digerakkan oleh putaran mesin yang disambungkan pada belt, sedangkan fuel pump yang terpasang pada mobil bermesin bensin, gerakan dari pompa bahan bakar ini digerakkan langsung oleh mekanisme camshaft yang terletak pada bagian silinder head.

Fuel pump juga bisa mengalami kerusakan, yang sering terjadi adalah keausan pada komponen angker, brushes atau bearing, roller roda gigi dan baling-baling pompa. Kerusakan ini akan mengakibatkan kehilangan tekanan secara bertahap dan kinerja mesin yang semakin menurun. Rusaknya fuel pump bisa disebabkan oleh karat atau kotoran yang melalui filter. Apabila sampai kemasukan kotoran, pompa bisa macet. Akibat selanjutnya, panas jadi berlebih dan menyebabkan motor terbakar.

Nah, mungkin itu dulu yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa membantu menambah wawasan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!