Jika kalian anak teknik otomotif, tidak salah sering-sering mampir ke blog kami. Semakin kalian sering mampir ke blog ini, berarti kalian senang dengan cara penyajian informasi yang kami tuliskan. Okelah, munculnya tulisan ini berawal dari banyaknya materi otomotif yang membahas tentang sistem EFI (Electronic Fuel Injection) atau sering juga disebut sistem injeksi. Namun banyak guru yang menjelaskan hanya sepintas dan dikasih tugas untuk browsing-browsing materinya. Parah banget kan? Oleh karena itu, kami sebagai salah satu guru otomotif berinisiatif untuk membagikan ilmu melalui tulisan ini. Simak bersama ulasan berikut ya.

Pengertian Sensor pada Mobil

Sejatinya konsep dari sensor-sensor pada mesin injeksi adalah menggunakan variable resistor. Dalam variable resistor terdapat tegangan input dan tegangan output. Tegangan output akan berubah-ubah tergantung nilai tahanan pada sensor. Selanjutnya tegangan tersebut ditangkap oleh ECU (Electronic Control Unit) sebagai signal yang kemudian dikalkulasi untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja Mass Air Flow (MAF) Sensor pada Mobil EFI

Macam-macam Sensor pada Mobil

1. Air Flow Meter Sensor (AFM)

Air Flow Meter Sensor berfungsi untuk mendeteksi jumlah udara yang masuk ke ruang bakar melalui intake manifold. Sensor ini dilengkapi dengan return spring dan measuring plate untuk mendeteksi besar kecilnya udara melalui putaran potensiometer. Putaran inilah yang menyebabkan tegangan output potensiometer berubah-ubah yang selanjutnya informasi ini diterima oleh ECU sebagai signal jumlah udara yang masuk melewati intake manifold.

2. Intake Air Temperatur Sensor (IAT)

Intake Air Temperatur Sensor berfungsi untuk mengukur suhu udara yang akan masuk kedalam intake manifold. Sensor ini terletak berdekatan dengan filter udara. Sensor ini berupa thermistor, yang mana semakin dingin suhu udara, maka bahan bakar yang disemprotkan melalui injektor juga semakin banyak.

3. Throttle Position Sensor (TPS)

Throttle Position Sensor berfungsi untuk mengukur sudut bukaan katup gas. Sensor ini mendeteksi besarnya bukaan throttle dalam bentuk nilai tahanan. Selanjutnya data ini akan digunakan untuk menentukan banyaknya bahan bakar yang akan diinjeksikan ke ruang bakar. TPS terpasang pada throttle body.

4. Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP)

Manifold Air Pressure Sensor berfungsi untuk mengukur tekanan udara didalam intake manifold / kevakuman intake manifold. Besarnya kevakuman pada intake manifold diubah menjadi nilai tahanan pada MAP Sensor. Sensor ini menggantikan vacum advancer pada pengapian konvensional yang akan mengatur timing pengapian berdasarkan putaran dan beban mesin.

5. Crankshaft Position Sensor (CKP)

Crankshaft Position Sensor berfungsi untuk mengetahui kecepatan mesin (RPM) dan menentukan timing pengapian. Sensor ini terletak didekat noken / camshaft dalam blok mesin.

6. Camshaft Position Sensor (CMP)

Camshaft Position Sensor berfungsi untuk mengetahui posisi “top” pada salah satu silinder serta untuk mengetahui posisi pembukaan dan penutupan intake dan exhaust valve. Sensor ini pada dasarnya sama dengan CKP sensor. Namun, CMP digunakan pada camshaft dan terletak pada head cylinder.

7. Water Temperatur Sensor (WTS)

Water Temperatur Sensor berfungsi untuk mengetahui suhu air pendingin. Semakin rendah suhu pendingin, maka bahan bakar yang di injeksikan semakin banyak. Untuk merubah nilai tahanan sebagai sinyal yang di informasikan ke ECU, sensor ini dilengkapi dengan thermistor dan variable resistor.

8. Knock Sensor

Knock Sensor berfungsi untuk mendeteksi knocking pada engine. Knock sensor menggunakan bahan piezeo electric yang akan mengeluarkan tegangan saat mendeteksi getaran. Tegangan tersebut dikirimkan ke ECU untuk memperbaiki pengapian. Knocking (ketukan) terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna, efeknya akan menimbulkan suara ketukan di dinding block cylinder.

9. Oil Pressure Sensor

Oil Pressure Sensor berfungi untuk mengirimkan peringatan ke pengemudi melalui MIL (Malfunction Indicator Lamp) ketika tekanan oli dalam mesin berkurang. Apabila tekanan oli tiba-tiba drop, secara otomatis mesin akan berhenti.

10. Fuel Tank Pressure Sensor

Fuel Tank Pressure Sensor berfungsi untuk mendeteksi tekanan bahan bakar dalam tanki. Tekanan didalam tanki bahan bakar terbentuk karena uap bahan bakar dan goncangan saat kendaraan berjalan. Uap ini kemudian diolah menggunakan sistem carcoal canister.

11. Oxygent Sensor

Oxygent Sensor berfungsi untuk mendeteksi kadar oksigen didalam gas buang. Oksigen yang terkandung didalam gas buang mengindikasikan pembakaran yang kurang sesuai. Sensor ini berfungsi untuk mengevaluasi apakah AFR (Air Fuel Ratio) sudah tepat atau belum. Jika AFR (campuran bahan bakar dan udara) lebih kurus daripada AFR stoikiometri (14:1), maka gas oksigen informasi ini akan diterima oleh ECU yang kemudian informasi dari sensor ini digunakan untuk menentukan pengapian yang lebih sempurna.

Demikian dulu ilmu yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini, semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *