6 Komponen Kopling Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

6 Komponen Kopling Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Pernah nggak kalian merasakan mobil tersendat-sendat saat melakukan perpindahan gear persneling? Atau bahkan terasa keras saat mau melakukan perpindahan gigi? Itu merupakan salah satu kendala kerusakan pada kopling. Kerusakan kopling bisa disebabkan oleh banyak faktor, terutama dikarenakan kanvas kopling mobil telah aus. Meski demikian dalam tulisan kali ini kami tidak akan membahas penyebab kerusakan kopling mobil, melainkan hanya fokus pada komponen kopling mobil. Untuk lebih jelasnya silahkan simak pembahasan berikut.

Fungsi Kopling Mobil

Kopling berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran dari mesin (flywheel) ke transmisi. Kopling merupakan suatu komponen mobil yang terletak diantara flywheel dan transmisi. Agar kopling dapat berfungsi dengan baik, maka kopling harus memenuhi syarat diantaranya dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut, dapat memindahkan tenaga mesin ke transmisi tanpa slip, serta dapat memutus dan menghubungkan dengan cepat dan sempurna.

Sejatinya kopling mobil itu terus dikembangkan dari segi teknisnya, adapun secara fungsi tetaplah sama. Pertama kali mobil diluncurkan, secara teknis masih menggunakan kopling mekanis dengan penggerak kawat. Sedangkan untuk mobil yang beredar saat ini mayoritas sudah menggunakan kopling hidraulis.

Baca Juga : 5 Komponen Transmisi Otomatis Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Komponen Kopling Mobil

1. Clutch Disc

Clutch Disc berfungsi untuk meneruskan tenaga putar dari mesin ke transmisi. Clutch disc sendiri tersusun atas facing, cushion plate, dan torsion damper. Facing berfungsi sebagai bidang gesek secara langsung ke flywheel, cushion plate berfungsi sebagai pelembut gesekan antara kampas dan flywheel, serta torsion damper berfungsi sebagai peredam kejutan saat kopling berhubungan dengan flywheel.

2. Pressure Plate

Pressure Plate berfungsi untuk menekan kampas kopling agar tidak terjepit dengan flywheel. Pressure plat didesain sedemikian rupa guna menekan kampas kopling dengan kekuatan tinggi tanpa menyebabkan keolengan dan keausan. Pressure plate terletak diantara kampas kopling dan clutch cover.

3. Diaphragm Spring

Diaphragm Spring berfungsi untuk menekan clutch cover agar berhubungan dengan flywheel secara kuat dan merata. Tenaga diaphragm spring tidak akan berkurang karena gaya sentrifugal saat putaran RPM mesin tinggi.

4. Clutch Cover

Clutch Cover berfungsi untuk rumah komponen kopling lainnya seperti diaphragm spring dan pressure plate. Clutch cover ikut berputar menyesuaikan dengan putaran flywheel dikarenakan posisinya berhubungan langsung dengan flywheel setelah kampas kopling berhubungan dengan lembut dan cepat.

5. Release Bearing

Release Bearing berfungsi untuk meneruskan tekanan dari release fork guna menekan diaphragm spring. Release bearing berbentuk semisal bantalan roller dengan tujuan meminimalisir terjadinya gesekan dalam kopling.

6. Release Fork

Release Fork berfungsi untuk menekan clutch cover agar bisa terlepas dari putaran mesin (flywheel) guna melakukan perpindahan gigi dengan lembut dan sempurna.

Demikian sedikit tulisan yang bisa kami sajikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan artikel kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!