Inovasi dalam industri otomotif terus dilakukan. Tidak lain halnya dengan komponen penerus putaran engine ke transmisi atau yang sering disebut dengan “kopling“. Kopling yang sering kita jumpai adalah kopling mekanis dan kopling hidraulis. Adapun berdasarkan clutch cover, ada yang namanya tipe kopling coil spring (pegas coil) dan tipe kopling diaphragm spring (pegas diafragma). Secara umum cara kerja kedua model kopling ini tetaplah sama, yang membedakan hanyalah bentuk konstruksinya. Jika sudah berbicara konstruksi, pastinya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Untuk memudahkan memahami materi kali ini, kami sarankan untuk membaca terlebih dahulu 2 Cara Kerja Kopling Mobil Lengkap Beserta Gambarnya.

Tipe Kopling Mobil

Kopling mobil yang baik adalah kopling yang mampu memutus dan menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut dan sempurna. Maka dari itu dibentuklah konstruksi kopling yang mampu meneruskan tenaga putaran engine 100% ke transmisi. Berdasarkan konstruksi komponen yang ada dalam clutch cover, tipe kopling dibagi menjadi 2. Pertama adalah tipe kopling coil spring yang konstruksinya berbentuk pegas berulir. Kedua adalah tipe kopling diaphragm spring yang konstruksinya berbentuk pegas diafragma. Untuk lebih detailnya simak uraian berikut.

1. Kopling Model Coil Spring (Pegas Coil)

Kopling pegas coil adalah sebuah koling yang proses pelepasan kampas kopling dari flywheel menggunakan metode pengungkit dengan pegas berbentuk coil (kumparan). Kopling ini konstruksinya berbentuk pegas semisal ulir yang berada dalam clutch cover. Cara kerja kopling coil spring yaitu ketika pedal kopling diinjak / ditekan, maka release fork akan mendorong release bearing yang kemudian coil spring akan mendorong pressure plate sehingga mengungkit kampas kopling untuk memutuskan hubungan dengan flywheel. Sementara itu putaran dari engine menjadi bebas dan kita bisa melakukan perpindahan gigi transmisi dengan mudah dan lebut.

Kelebihan kopling model coil spring yaitu kopling ini mempunyai daya tekan yang kuat sehingga cocok untuk digunakan oleh kendaraan dengan daya angkut yang besar seperti bus dan truk dikarenakan menggunakan banyak pegas. Pegas yang digunakan kopling ini jumlahnya sangat banyak tergantung dari ukuran kopling yang digunakan. Sedangkan kekurangan kopling model coil spring yaitu saat salah satu sisi pegas mulai melemah dan mungkin patah, maka tekanan yang diberikan oleh pressure plate tidak akan seimbang yang akibatnya kopling mudah slip dikarenakan distribusi tekanan yang dihasilkan tidak merata pada pressure plate.

2. Kopling Model Diaphragm Spring (Pegas Diafragma)

Kopling pegas diafragma adalah sebuah kopling yang proses pelepasan kampas kopling dari flywheel menggunakan metode pengungkit dengan pegas berbentuk diaphragm (diafragma). Kopling ini konstruksinya berbentuk pegas semisal piringan yang ditenganya berlubang dan dibelah-belah menyerupai sirip. Cara kerja kopling model pegas diafragma ini sama persis dengan kopling model pegas coil yaitu ketika pedal kopling diinjak / ditekan, maka release fork akan mendorong release bearing yang kemudian diaphragm spring akan mendorong pressure plate sehingga mengungkit kampas kopling untuk memutuskan hubungan dengan flywheel. Sementara itu putaran dari engine menjadi bebas dan kita bisa melakukan perpindahan gear transmisi dengan mudah dan lebut.

Kelebihan kopling model diaphragm spring yaitu meskipun kondisi pegasnya sudah melemah, saat melakukan penekanan pegas ke pressure plate akan tetap sama. Hal ini dikarenakan pegas yang digunakan hanya satu. Oleh karena itu tingkat penekanan yang dilakukan oleh pressure plate saat menekan plat kopling akan tersebar secara merata. Kondisi ini memungkinkan tipe kopling model pegas diafragma akan lebih terhindar dari slip. Sedangkan kekurangan dari kopling diafragma yaitu dikarenakan jumlah pegasnya hanya satu, sehingga tidak bisa memberikan tekanan yang lebih kuat dibanding dengan kopling tipe coil spring. Kopling jenis diafragma ini lebih cocok untuk digunakan untuk mobil jenis MPV.

Demikian sedikit ulasan yang bisa kami sajikan dalam artikel kali ini. Semoga meskipun hanya sedikit yang bisa kami tuliskan tetap bisa memberi tambahan wawasan kepada para pembaca setia sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *