Tulisan ini berawal ketika saya sedang melakukan uji UKK (Uji Kompetensi Keahlian) Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK. Salah satu alat yang digunakan untuk pengukuran komponen mesin adalah Dial Test Indicator (DTI). Namanya juga sudah lama tidak menggunakan alat yang satu ini, saya agak kelupaan yang ujung-ujungnya tanya google. Daripada tanya google mulu, paling enak buka tulisan di blog sendiri. Apalagi kemanfaatan nulis di blog sendiri juga bisa dirasakan para pembaca sekalian. Okelah simak uraian dari saya ya.

Pengertian Dial Test Indicator

Dial Test Indicator adalah suatu alat ukut yang digunakan untuk mengetahui kerataan suatu permukaan bidang datar dan keolengan suatu poros benda. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengukur kerataan dari dinding silinder engine. Dial Test Indicator biasa juga disebut dengan Dial Gauge yang mana alat ukur ini tidak bisa digunakan secara mandiri, artinya dibutuhkan komponen penopang lainnya.

Komponen Dial Test Indicator

Secara umum yang digunakan pada industri otomotif, bengkel, ataupun sekolah jurusan teknik otomotif. Entah itu teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan, dan teknik kendaraan berat pasti menggunakan alat yang satu ini. Hal ini dikarenakan tingkat ketelitian dial gauge mencapai 0,01 mm sampai 0,001 mm menyesuaikan tipenya. Adapun komponen penujang dial gauge yaitu:

  1. Case
  2. Indicator
  3. Graduated Dial
  4. Short Hand Indicator
  5. Stem
  6. Plunger
  7. Contact Point

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan Lampu Kota Pada Mobil

Cara Kalibrasi Dial Test Indicator

Kalibrasi alat ukur adalah suatu hal wajib yang harus dilakukan untuk mencapai suatu keakuratan hasil perhitungan. Sedangkan cara untuk mengkalibrasi dial gauge cukuplah mudah, langkahnya yaitu:

  1. Tempatkan magnetic base pada bidang datar berupa meja besi.
  2. Tempatkan benda yang mau diukur kerataan maupun keolengannya tepat ditengah antara kedua magnetic base. Kemudian posisikan selectornya pada poisi “ON“.
  3. Pasang dial gauge tegak lurus dengan benda yang mau diukur kerataan dan keolengannya.
  4. Jika “indicator” dan “short hand indicatorbelum menunjukkan angka “0“, silahkan memutar “graduated dial” sehingga jarum “indicator” dan jarum “short hand indicatortepat mengarah pada angka “0“.
  5. Apabila telah mengarah angka “0“, artinya proses kalibrasi dial gauge selesai dan bisa digunakan untuk melakukan pengukuran.

Cara Menggunakan Dial Test Indicator

Jika kalian telah melakukan kalibrasi sepertinya halnya panduan diatas, untuk melakukan pengukuran menggunakan dial gauge cukuplah mudah. Caranya yaitu tinggal memutar poros benda yang diukur secara pelan-pelan saja. Nanti jarum “indicator” akan bergerak kearah kanan sejauh keolengan benda tersebut. Amati angka terbesar yang ditunjuk jarum “indicator” dan putar terus poros yang kalian ukur hingga putaran kembali posisi semula.

Cara Membaca Hasil Pengukuran Dial Test Indicator

Ada 2 langkah dalam membaca hasil pengukuran dial test indicator. Silahkan simak baik-baik penjelasan dibawah ini:

  1. Untuk angka yang ditunjuk jarum “indicator” merupakan angka dengan tingkat ketelitian 0,01 mm. Sehingga jika gambar diatas menunjukkan hasil terjauh angka yang ditunjuk jarum “indicator” adalah 22, maka cara menghitungnya adalah (22 x 0,01 mm = 0,22 mm)
  2. Sedangkan angka yang ditunjuk oleh jarum “short hand indicator” adalah angka dengan tingkat ketelitian 1 mm. Satu kali putaran penuh (angka 100) jarum “indicator” akan memutar jarum “short hand indicator” sebanyak 1 angka, dan begitu seterusnya. Adapun angka yang ditunjukkan oleh jarum “short hand indicator” adalah 2 mm.
  3. Jumlahkan perhitungan langkah satu dan dua. 0,22 mm + 2 mm = 2,22 mm. Jadi hasil perhitungan kerataan atau keolengan benda adalah 2,22 mm.

Bagaimana nih? mudah banget kan cara menggunakan dan membaca alat dial test indicator / dial gauge?. Kalo masih kebingungan bisa bertanya pada kami melalui kolom komentar ya. Jangan sungkan-sungkan, berbagi ilmu itu indah. Mungkin itu dulu yang bisa saya tuliskan dalam artikel kali ini, semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *