Sementara ini mungkin pembahasan dalam artikel yang akan kami tulis mengupas tentang mobil dengan mesin diesel. Sehingga harapan kami seluruh ilmu yang kami miliki bisa tertransfer kepada para pembaca secara maksimal. Kali ini kita akan fokus belajar tentang injector nozzle. Yuk langsung pada pembahasan berikut.

Untuk mengetahui seberapa baik kinerja injector nozzle mesin mobil diesel anda, sebaiknya lakukanlah pemeriksaan bentuk penyemprotan, kebocoran, dan tekanan penyemprotan sebelum pembongkaran dilakukan.

Tes Bentuk Penyemprotan Injector Nozzle Mesin Diesel

1. Pasang injektor pada tester dengan longgar saja.
2. Lakukan pembuangan udara yang ada pada saluran tester dengan menggerakkan tuas hingga solar keluar pada sambungan pipa.

3. Tutup kran saluran tekan ke manometer, kemudian lakukanlah pengetesan bentuk penyemprotan dengan menggerakkan tuas dalam langkah penuh secara kuat dan cepat.

Keterangan : Gambar A, B, C merupakan bentuk pola penyemprotan yang jelek. Adapun penyemprotan yang baik ditunjukkan oleh gambar pola D. Sedangkan sudut penyemprotan yang baik adalah 4 derajat. Lihat gambar berikut :

Tes Kebocoran Injector Nozzle Mesin Diesel

1. Buka kran saluran tekan ke manometer, selanjutnya gerakkan tuas tester hingga manometer menunjukkan tekanan kurang lebih 80 bar. Pertahankan posisi tekanan ini selama 20 detik. Kemudian lihat dan amati kebocoran pada ujung injector nozzle.
2. Amati dan rasakan ujung bodi nozzle dengan jari anda. Apakah ujung bodi nozzle menjadi basah bahkan ada tetesan. Jika basah atau ada tetesan berarti nozzle mengalami kebocoran. Sedangkan apabila aman-aman saja menandakan nozzle masih normal dan layak digunakan. Gambar A menunjukkan adanya kebocoran, sedangkan gambar B tidak ada kebocoran.

Tes Tekanan Penyemprotan Nozzle Mesin Diesel

1. Gerakkan tuas tester dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat. Bacalah tekanan pada manometer dan catatlah hasilnya.

Apabila salah satu dari 3 hal diatas menunjukkan hasil yang tidak memuaskan, segeralah melakukan pembongkaran dan penyetalan ulang. Lepas injektor dari tester, selanjutnya jepitlah injektor tersebut pada ragum dengan alas penjepit alumuniun. Terakhir lakukan pembongkaran sesuai urutan SOP (Standard Operational Procedure).

Keterangan :
1. Baut Pemegang
2. Shim
3. Pegas
4. Batang Pendorong
5. Pembatas Jarum
6. Jarum dan Bodi Nozel
7. Mur Pemegang

Baca Juga : Dasar Teori Overhoul Injection Nozzle (Job Site Praktik Diesel)

Setelah semua komponen injector nozzle terlepas, bersihkan semua komponen dengan solar. Lakukan tes luncuran jarum dengan memasukkan jarum pada bodinya. Jarum harus meluncur pelan-pelan dengan sendirinya.

Lakukan penyetelan penyemprotan dengan cara merubah tebal shim. Perbedaan ketebalan shim 0,04 mm akan merubah tekanan penyemprotan sekitar 4 bar.

Setelah langkah diatas selesai, lakukan perendaman seluruh komponen injector nozzle kedalam solar guna mencegah terjadinya karat / korosi. Kemudian rakitlah kembali sesuai dengan kebalikan pembongkarannya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara, kami sarankan agar anda melakukan servis injektor secara rutin setiap kendaraan menempuh perjalanan 80.000 km sekali. Sedangkan yang paling sering mempengaruhi pola penyemprotan injector nozzle adalah keausan jarum, bodi nozzle berlubang, dan terdapat kotoran yang menyumbat nozzle. Adapun tekanan penyemprotan satu lubang injector nozzle adalah 100-130 bar (10-13 Mpa).

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menyelesaikan permasalahan anda. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *