Cara Membaca Kode Kelistrikan (Wiring Diagram) Sistem Pengisian Mobil

Cara Membaca Kode Kelistrikan (Wiring Diagram) Sistem Pengisian Mobil

Sistem pegisian dalam kendaraan merupakan suatu kewajiban yang harus tetap berfungsi. Karena jika sistem pengisian kendaraan rusak, maka yang terjadi adalah aki cepat soak dan mobil tidak bisa distarter. Jadi ketika engine mobil anda menyala, output dari putaran yang dihasilkan oleh pembakaran dalam engine juga dirubah menjadi energi listrik guna mencharger baterai / aki dan menunjang kelistrikan bodi mobil saat mesin hidup semisal AC, lampu kepala, lampu kota, dan lain sebagainya.

Komponen Sistem Pengisian

Untuk mempermudah memahami uraian dibawah ini, sebaiknya anda mengetahui komponen apa saja yang ada pada rangkaian kelistrikan sistem pengisian mobil. Adapun secara umum komponen sistem pengisian ada 2 yaitu alternator dan regulator. Alternator berfungsi untuk mengubah energi putar mesin menjadi energi listrik, sedangkan regulator berfungsi untuk mengatur besar kecilnya tegangan output alternator dan menstabilkan tegangannya.

Komponen alternator terdiri dari stator, rotor, dioda / rectifier, serta terminal E, F, N, dan B. Adapun komponen regulator terdiri dari voltage regulator, voltage relay, kontak poin, resistor, serta terminal IG, F, N, E, K, dan B. Selain itu, dalam sistem pengisian juga ada komponen lain sebagai penunjangnya, diantaranya baterai, charge warning lamp, fusible link, fuse, dan load / beban.

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan Lampu Kepala

Cara Membaca Kode Kelistrikan Saat Kunci Kontak ON Mesin Mati

Saat kunci kontak diputar kearah ON, arah arusnya adalah : Baterai – Fusible Link – Kunci Kontak – Fuse Charge Warning Lamp – Terminal L Regulator – P0 – P1 – Ground / massa. Saat inilah lampu pengisian menyala.

Waktu yang bersamaan pula, arus juga mengalir sebagai berikut : Baterai – Fusible Link – Kunci Kontak – Fuse – Terminal IG Regulator – PL1 – PL0 – Terminal F Regulator – Terminal F Alternator – Slipring Rotor Coil – Slipring – Ground / massa. Hal ini mengakibatkan kumparan rotor menjadi medan magnet.

Cara Membaca Kode Kelistrikan Saat Mesin Hidup Putaran Rendah

Ketika mesin sudah menyala, stator alternator akan menghasilkan arus listrik. Aliran arusnya yaitu : Terminal N Alternator – Terminal N Regulator – Kumparan Voltage Relay – Ground / massa. Kondisi ini membuat voltage relay menimbulkan kemagnetan sehingga terminal P0 akan tertarik dan menempel pada P2. Nah, arus listrik yang masuk ke charge warning lamp tidak memperoleh ground akhirnya lampu tersebut berhenti menyala.

Adapun output dari stator coil yang masih berupa arus AC akan dirubah menjadi arus DC oleh diode / rectifier. Selanjutnya arus ini masuk terminal B alternator dan endingnya ke baterai / aki sehingga terjadi sistem pengisian. Selain itu, arus dari terminal B alternator juga mengalir ke B alternator – P2 – P0 – Kumparan Voltage Regulator Ground / massa sehingga menimbulkan kemagnetan pada voltage regulator. Berhubung putaran alternator masih rendah, maka kemagnetan yang timbul pada voltage regulator juga lemah sehingga tidak mampu menarik PL0.

Bersamaan ini pula arus yang cukup besar mengalir dari IG – PL1 – PL0 – Terminal F Regulator – Terminal F Alternator – Rotor Coil – Ground. Hal ini menjadikan medan magnet pada rotor coil juga besar. Sehingga meskipun putaran mesin masih rendah, output alternator tetap cukup untuk melakukan pengisian pada baterai / aki dengan kisaran tegangan 13,8 – 14,8 V.

Cara Membaca Kode Kelistrikan Saat Mesin Hidup Putaran Sedang

Saat putaran mesin dinaikkan dalam mode sedang, maka tegangan output alternator pada terminal B juga akan naik. Aliran arus saat ini mengalir dari Terminal B Alternator – Terminal B Regulator – P2 – P0 – Kumparan Voltage Regulator – Ground. Hal ini menjadikan kemagnetan pada votage regulator meningkat namun belum mampu menarik PL0 ke PL2, sehingga posisinya hanya mengambang diantara PL1 dan PL2.

Dengan posisi PL0 mengambang seperti itu menjadikan aliran arus berubah dari B Alternator – IG Regulator – Resistor – F Regulator – F Alternator – Rotor Coil – Ground. Berhubung arus listrik melewati resistor, maka menjadikan tegangan output alternator menjadi lemah. Lemah disini dalam arti tidak melebihi batas standard pengisian, sehingga output alternator tetap stabil dalam kisaran angka 13,8 – 14,8 V.

Cara Membaca Kode Kelistrikan Saat Mesin Hidup Putaran Tinggi

Ketika mobil dipacu pada putaran tinggi, otomatis tegangan output alternator juga akan naik secara drastis. Maka dari itu kemagnetan pada voltage regulator akan meningkat pula hingga PL0 akan tertarik dan menempel ke PL2. Dengan menempelnya PL0 ke PL2 menjadikan arah aliran arus berubah yaitu dari IG Regulator – Resistor – PL0 – PL2 – Ground, sehingga tidak masuk rotor coil yang menyebabkan medan magnet pada rotor coil hilang. Akibat tidak adanya kemagnetan pada rotor coil membuat tegangan output alternator turun. Arti turun disini yaitu meskipun mesin pada putaran tinggi, namun tetap tidak melebihi batas standard pengisian, sehingga output alternator tetap stabil dalam kisaran angka 13,8 – 14,8 V.

Nah, mudah banget kan membaca kode kelistrikan sistem pengisian mobil? Oh ya, jika putaran mobil melambat mungkin karena mengerem atau berbelok dan sebagainya maka kemagnetan pada voltage regulator akan melemah lagi sehingga membuat PL0 terlepas dari PL2. Kemudian arus dari IG regulator yang mengalir ke resistor akan kembali mengalir ke rotor coil sehingga timbul medan magnet lagi. Seterusnya terjadi siklus seperti penjelasan diatas. Kesimpulannya adalah dengan rangkaian sistem kelistrikan pengisian pada mobil harapannya arus yang masuk pada baterai tetap stabil sehingga tidak mudah soak dan tahan lama.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan para pembaca. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *