7 Fungsi Baterai / Aki Pada Sepeda Motor

7 Fungsi Baterai / Aki Pada Sepeda Motor

Banyak orang mengeluh sepeda motornya sulit distarter dengan alasan aki tekor, aki rusak, waktunya ganti aki dan masih banyak lagi. Kalau kami tanya balik, apa sih fungsi aki pada sepeda motor itu? Pasti jawabnya untuk menghidupkan mesin dan lampu. Jawaban tersebut memang tidak salah, namun kurang sempurna.

Berawal dari ketidaktahuan tentang fungsi aki sebenarnya pada kendaraan, maka kami akan sedikit mengulas tentang fungsi aki pada sepeda motor. Untuk lebih jelasnya, silahkan anda simak uraian dibawah hingga tuntas. Bilamana ada pertanyaan yang kurang jelas, silahkan tuliskan pada kolom komentar dibawah. Yuk langsung pada poin pembahasan berikut.

Latar Belakang Aki

Aki pada kendaraan sepeda motor sebenarnya baru muncul pada tahun 1990 keatas. Sedangkan motor keluaran dibawah 1990 banyak yang cara menghidupkan motor dengan kick starter. Hal itu dirasa sangat menguras energi, terutama bagi wanita. Sejatinya teknologi dikembangkan dengan tujuan untuk mempermudah aktivitas dan kerja manusia.

Tahun 1991 mulai bermunculan aki berventilasi atau lebih populer disebut vented batteries (baterai berventilasi) yang mana apabila daya baterai habis masih memerlukan penambahan elektrolit berupa air suling sebelum menchargernya. Tahun 2000 ke atas muncul lagi yang namanya baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) tipe basah dan tipe kering. Muncul baterai tipe VRLA ini karena adanya 3 tuntutan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Tidak boleh ada kebocoran elektrolit.
  • Tidak perlu menambahkan air suling.
  • Ukuran lebih kecil dan lebih ringan.

Baca Juga : Cara Mengatasi Aki Tekor Motor Yamaha Vixion

Fungsi Baterai Pada Sepeda Motor

  1. Memberi arus ke motor starter guna menyalakan mesin pertama kali.
  2. Sebagai pemasok utama kebutuhan listrik untuk semua komponen listrik body saat mesin pertama kali dihidupkan. Komponen listrik body meliputi lampu depan, lampu kota, lampu sein, klakson, dan motor starter.
  3. Memberi tegangan referensi ke ECU / ECM setelah kunci kontak diputar ke arah ON dan sebelum mesin dinyalakan. Disaat ini pula semua sensor motor bekerja dan memberikan sinyal elektrik ke ECU / ECM guna menginformasikan kondisi mesin yang ditampilkan melalui dasboard kendaraan.
  4. Mengaktifkan electric fuel pump tepat sebelum mesin dinyalakan. Biasanya ditandai dengan bunyi “ngiiing” dari dalam tangki bahan bakar. Itu menandakan bahwa sistem fuel pump telah aktif.
  5. Menyalurkan arus ke dashboard motor untuk menyajikan informasi terkait kondisi kendaraan terkini.
  6. Sebagai pemasok tambahan ketika mesin sudah menyala pada putaran rendah. Pada kondisi ini tegangan yang dikeluarkan alternator masih belum maksimal, sehingga tidak mampu mensuplai kelistrikan pada seluruh komponen listrik kendaraan dan masih memerlukan tambahan daya dari baterai. Istilahnya biasa disebut sebagai penstabil tegangan ouput alternator.
  7. Sebagai penyimpan daya listrik dari output alternator saat putaran mesin tinggi. Ketika RPM mesin tinggi, maka tegangan dan arus listrik yang dikeluarkan oleh alternor juga naik sehingga mampu mensuplai kebutuhan listrik pada seluruh komponen kendaraan secara individu. Selain mensuplai kebutuhan listrik pada komponen-komponen sepeda motor, juga mengisi daya listrik ke baterai.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!