Cara Membaca Kode Kelistrikan / Wiring Diagram Sistem Pengapian CDI-DC Pada Sepeda Motor

Cara Membaca Kode Kelistrikan / Wiring Diagram Sistem Pengapian CDI-DC Pada Sepeda Motor

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang wiring diagram sistem pengapian AC (Alternating Current) yang bekerja dengan cara memanfaatkan arus dari output spull atau alternator. Arus AC merupakan arus bolak-balik yang tidak cocok dengan komponen kelistrikan kendaraan, hal ini dikarenakan mayoritas komponen kelistrikan bodi motor menggunakan arus DC (Direct Current). Sehingga arus AC keluaran alternator harus disearahkan dulu menggunakan part yang disebut diode. Terus perbedaan arus AC dan DC apa?

Baca Juga : Perbaiki Lampu Motor Mati? Ketahui Dulu Kelistrikannya AC atau DC

Pengertian Sistem Kelistrikan Pengapian

Sistem kelistrikan pengapian adalah suatu rangkaian kelistrikan dalam bodi kendaraan yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api dengan cara mengubah tegangan dari 12 V menjadi 25 kV. Perubahan tegangan ini memanfaatkan perbedaan jumlah kumparan yang telah dialiri arus listrik sehingga menimbulkan induksi magnet dan menciptakan tegangan tinggi dalam coil. Tegangan ini selanjutnya disalurkan ke busi melalui kabel tegangan tinggi dan akhirnya tercipta percikan api pada busi.

Komponen Sistem Pengapian CDI-DC

Dalam sistem pengapian CDI terdapat beberapa komponen penyusun. Komponen-komponen ini bertujuan saling menunjang kinerja dan melengkapi informasi tentang kondisi mesin saat itu, sehingga nantinya bisa didapatkan proses pengapian yang sempurna sesuai kebutuhan mesin. Adapun komponen pengapian CDI yaitu:

  1. Ignition Switch
  2. Ignition Coil
  3. Main Fuse 15 A
  4. Battery
  5. CDI / ICM / ECM
  6. Generator Pulsa
  7. Alternator
  8. Spark Plug

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan / Wiring Diagram Sistem Pengapian CDI-AC Pada Sepeda Motor

Wiring Diagram Kelistrikan Sistem Pengapian CDI-DC

Berdasarkan gambar diatas dapat diuraikan bahwa sistem pengapian CDI-DC memanfaatkan tegangan output baterai berupa arus DC (Direct Current) / arus searah. Sehingga dalam CDI Unit sistem pengapian CDI-DC tidak ada diode. Arus utama mengalir dari bateri ke fuse dan ke ignition switch melalui kabel dengan kode R/b. Kemudian arus ini masuk kedalam CDI unit pada bagian “Voltage Raising Circuit” yang berfungsi untuk menjaga tegangan agar stabil tepat sebelum masuk capasitor. Adapun kelebihan arus pada CDI unit akan dikendalikan oleh thyristor yang kemudian diarahkan ke ignition timing control unit untuk mengatur waktu pengapian.

Saat capasitor terhubung dengan ignition coil, maka tegangan besar yang telah disimpan pada capasitor langsung tersalurkan ke ignition coil pada kumparan primer melalui kabel dengan kode B/y. Akibat kumparan primer mendapat arus, terjadilah tegangan induksi dan menaikkan tegangan pada kumparan sekunder hingga 25 kV sehingga busi bisa memercikkan bunga api dengan optimal. Sistem pengapian CDI-DC biasa digunakan pada motor dengan merk Honda 125 CC Series, Vario, CS1, Beat, Blade, Mega Pro, dan Revo 110.

Perbedaan Sistem Pengapian CDI-AC dan CDI-DC

  • Sistem pengapian CDI-AC memanfaatkan arus dari spull atau alternator.
  • Sistem pengapian CDI-DC memanfaatkan arus dari baterai / aki
  • Dalam CDI Unit pengapian CDI-AC terdapat sebuah diode untuk menyearahkan arus output alternator.
  • Dalam CDI Unit pengapian CDI-DC tidak ada diode, melainkan ada voltage raising circuit dikarenakan arusnya sudah searah.
  • Ignition switch pada pengapian CDI-AC terletak setelah CDI Unit, hal ini dikarenakan ignition switch membutuhkan arus DC sehingga menunggu disearahkan dulu oleh diode.
  • Ignition switch pada pengapian CDI-DC terletak sebelum CDI Unit karena output baterai adalah arus DC sehingga tidak perlu disearahkan terlebih dahulu.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *