9 Cara Belajar Mobil Manual Untuk Pemula Secara Praktis

9 Cara Belajar Mobil Manual Untuk Pemula Secara Praktis

Membludaknya jumlah kendaraan di tanah air ini tanpa diimbangi dengan kesadaran pengemudi dalam berkendara, yang ada hanyalah memperbesar digit angka kecelakaan. Hal ini disebabkan banyak pengemudi pemula yang kerap kali mengabaikan aspek-aspek penting dalam berkendara serta minimnya pengetahuan mengemudi khususnya untuk mobil manual.

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman dan tersirat harapan agar para pengemudi pemula mobil manual dapat mengerti dan mengamalkan etika berkendara yang baik agar mengurangi resiko kecelakaan saat mengemudi. Secara poin inti tulisan ini meliputi hal berikut :

  1. Memahami Jenis Pedal
  2. Memahami Gear Perpindahan Tuas Persneling
  3. Cara Menyalakan Mesin
  4. Pembiasaan Diri dengan Tuas Persneling, Tuas Kopling, dan Tuas Gas
  5. Mulai Jalankan Mobil Pelan-pelan
  6. Fokus Pandangan Pada Jalan
  7. Latih Kecepatan Sesuai Kondisi
  8. Latih Berpindah Jalur
  9. Membiasakan Menyetir Selama 3 Bulan

PENJABARAN :

1. Memahami Jenis Pedal

Pedal dalam mobil manual ada 3 jenis seperti terlihat pada gambar diatas. Pedal kanan adalah pedal gas yang berfungsi untuk menaikkan kecepatan akselerasi kendaraan atau meninggikan RPM mesin. Pedal tengah adalah pedal rem yang berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan. Pedal kiri adalah pedal kopling yang berfungsi untuk menghubung dan memutuskan putaran dari flywheel ke transmisi.

2. Memahami Gear Perpindahan Tuas Persneling

Tuas gear persneling masing-masing mobil manual berbeda. Tapi inti kerja dari gear transmisi yaitu memanfaatkan rasio jumlah dan diameter gigi untuk berbagai kondisi jalanan. Untuk membuat kendaraan berjalan maju, tuas persneling bisa anda arahkan ke gigi 1, 2, 3, 4, dan 5. Sedangkan jika ingin mengarahkan kendaraan bergerak mundur, anda tinggal mengarahkan tuas gigi ke huruf R.

Catatan penting : bagi pemula mobil manual jangan sampai lupa ketika ingin melakukan perpindahan gigi, maka harus menginjak pedal kopling secara penuh. Hal ini ditujukan agar proses perpindahan gigi bisa dilakukan secara halus dan lembut. Karena putaran mesin telah terputus ketika anda menginjak pedal kopling, sehingga posisi gear transmisi keadaan bebas.

3. Cara Menyalakan Mesin

Perlu diketahui bahwa switch starter pada mobil agak berbeda dengan motor. Jika pada motor tinggal memutar kunci kontak ke arah “ON“, selanjutnya menekan tombol “Start” atau melakukan “Kick Starter“. Sedangkan pada mobil tidak demikian, penggerak mula untuk menyalakan mesin adalah motor starter.

Baca Juga : Cara Kerja Motor Starter Mobil

Dalam kunci kontak mobil terdapat kode ACC, OF, ON, dan ST. Saat anda ingin menyalakan mesin mobil, putarlah kunci kontak dari posisi “OFF” ke posisi “ON“. Kemudian lanjutkan putaran tersebut ke posisi “ST” beberapa detik saja untuk menyalakan motor starter sembari kaki anda menekan pedal gas secara perlahan. Ketika mesin mobil sudah menyala, segara kembalikan kunci kontak ke posisi “ON“. Hal ini guna menghindari friksi antara gear motor starter dan gear flywheel yang dapat merusak gigi motor starter.

4. Pembiasaan Diri dengan Tuas Persneling, Tuas Kopling dan Tuas Gas

Setelah faham tentang pedal, tuas persneling, dan bisa menyalakan mesin. Selanjutnya yaitu membiasakan diri dengan tuas-tuas yang ada pada mobil manual. Kita cuman punya 2 kaki, sedangkan tuas pedalnya ada 3, ditambah lagi tangan harus memegang kemudi dan memindahkan tuas gigi persneling. So, anda harus terus membiasakan diri sampai anda “Lanyah” untuk melakukannya.

5. Mulai Jalankan Mobil Pelan-pelan

Disaat sudah lanyah / mahir dalam penguasaan tuas mobil, jangan terburu-buru tancap gas poll. Ketika masih pemula, tapi sudah main ugal-ugalan sama dengan anda setor nyawa. Bisa nyawa anda melayang atau nyawa orang disekitar anda. Dalam tahap pembelajaran, silahkan anda menjalankan mobil dengan pelan-pelan saja. Yang terpenting setelah rem tangan dilepas, bersamaan kopling juga dilepas, kaki kanan dari pedal rem juga dilepas, rasakan momentum pergerakannya dan tambah dengan powernya dengan menginjak gas pelan-pelan.

6. Fokus Pandangan Pada Jalan

Namanya baru belajar pastinya kurang percaya diri. Setiap hendak melakukan perpindahan gigi persneling selalu melihatnya. Alhasil anda tidak akan pernah yakin, justru selalu ragu-ragu dalam berkendara. Teknik ini dinamakan teknik handling yang baik serta membangkitkan kepercayaan diri dalam mengemudikan mobil manual. Memindahkan tuas persneling itu tidak perlu dilihat, fokus aja pada jalanan. Lama-kelamaan akan mahir dengan sendirinya.

7. Latih Kecepatan Sesuai Kondisi

Kalau saya pertama kali berlatih mobil manual dilapangan sepak bola. Setelah tambah percaya diri dan dirasa cukup mahir, mulai masuk jalan raya. Terkadang sebagai pengemudi pemula akan membawa mobil dalam kecepatan rendah untuk mencari aman, justru hal ini akan mengganggu pengguna jalan lainnya. Yang baik itu tidak terlalu lambat maupun tidak terlalu cepat, yang sedang-sedang saja menyesuaikan kondisi jalanan.

Misalkan anda dihadapkan dengan sebuah kondisi yang berpotensi menyebabkan kecelakan, maka jangan langsung menginjak pedal rem secara penuh. Rencanakan perlambatan terlebih dahulu dengan cara mengecek kaca spion. Setelah dirasa sisi kanan, kiri, dan belakang aman silahkan memperlambat laju kendaraan dengan cara menginjak rem bersamaan menginjak pedal kopling agar tidak terjadi Engine Stall, dimana mesin mati mendadak akibat tidak selarasnya laju mobil dengan momentum pelepasan kopling.

8. Latih Berpindah Lajur

Percaya diri boleh, namun tetap menjaga etika berkendara dengan baik. Para pemula kerap kali tidak melihat spion ketika berpindah lajur, sehingga yang terjadi adalah sebelum dirasa aman, mereka berpindah lajur dan membuat pengguna jalan lain kaget. Membiasakan berpindah lajur itu sangat penting, tips praktisnya yaitu dengan cara selalu melihat kaca spion terlebih dahulu. Kaca spion merupakan alat bantu untuk melihat bidang pandang yang dituju, selanjutnya untuk memastikan titik buta (blind spot) mata kita harus menoleh sekilas guna mengkonfirmasi keadaan sebenarnya. Karena 1 meter dari pilar B sudah ada blind spot, jadi besar kemungkinan ada objek yang tidak terlihat.

9. Membiasakan Menyetir Selama 3 Bulan

Langkah terakhir setelah anda menguasai ke-6 cara diatas, anda harus membiasakan diri untuk menyetir mobil selama 3 bulan atau 90 hari berturut-turut. Tujuannya adalah untuk melatih mental percaya diri, kenyamanan berkendara, adaptasi dengan kendaraan dan lingkungan, serta mengerti dan memahami karakter kendaraan dan pengguna jalan lain juga membiasakan teknik safety driving.

Baca Juga : Cara Membaca Arti Huruf dan Angka pada Mobil Transmisi Matic

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!