Pagi sobat otomotif, udah lama banget kami tidak menulis di blog ini dikarenakan sesuatu hal. Jadi begini, kemarin kami baru aja belajar tentang rem ABS pada mobil mulai dari pengertian rem ABS, tujuan rem ABS, komponen dan fungsinya pada rem ABS, cara kerja rem ABS, hingga cara diagnostik rem ABS.

Gimana nih? tertarik dengan materi yang sudah kami pelajari? makanya simak blog ini hingga tuntas ya. Kami nggak pelit ilmu kok, semakin banyak berbagi ilmu maka akan semakin banyak pula rezeki. Hehe. Yuk langsung mainkan.

Pengertian ABS

ABS (Anti-lock Brake System) adalah suatu sistem pengatur tekanan rem yang mencegah supaya roda-roda tidak memblokir walaupun di rem dengan gaya penuh. ABS meminimalkan rasio slip pada tiap-tiap roda.

Tujuan ABS

  1. Menstabilkan mobil saat di rem penuh walaupun jalanan jelek
  2. Mobil masih bisa dikendalikan walau tekanan rem penuh
  3. Keausan ban kecil
  4. Bahaya kecelakaan kecil

Komponen ABS

Gambar. Komponen Rem ABS

Fungsi Komponen Rem ABS

1. Skid Control ECU

  • Mendapat signal dari sensor putaran roda
  • Menghitung tekanan ideal untuk setiap roda
  • Mengirimkan perintah pengatur ke brake actuator
  • ECU selalu memeriksa fungsi diri secara otomatis
  • Bila fungsinya salah, ECU memberi aliran dengan lampu kontrol kepada pengemudi

2. Brake Actuator

Mengatur tekanan hidrolis rem untuk setiap roda sesuai dengan perintah ECU

3. Speed Sensor

Menghitung putaran roda secara induktif dan mengirim singnal ke ECU

4. Combination Meter

Mendeteksi bila terjadi malfungsi pada ABS, lampu ini akan menyala untuk memberi peringatan pada pengemudi

5. Stop Light Switch

Switch ini mendeteksi bahwa pedal rem telah ditekan dan mengirimkan signal ke ECU

6. Deceleration Sensor

Mendeteksi tingkat deselerasi kendaraan dan mengirimkan signal ke ECU

Baca Juga : 5 Cara Memperbaiki Rem Cakram Mobil Seret dan Macet

Cara kerja ABS

Gambar. Cara Kerja ABS

Berdasarkan signal dari sensor kecepatan, ECU Skid Control mendeteksi kecepatan rotasi roda dan kecepatan kendaraan. Saat pengereman, walau kecepatan putar roda menurun, jumlah deselerasi akan berbeda tergantung dari kecepatan kendaraan saat pengereman dan kondisi permukaan jalan, seperti aspal kering atau permukaan basah.

Dengan kata lain, ECU menentukan jumlah selip antara roda dan permukaan jalan dari perubahan kecepatan rotasi roda saat pengereman. ECU mengontrol katup solenoid dari aktuator rem delam 3 cara, yaitu: penurunan tekanan, penahanan tekanan dan penambahan tekanan, supaya dapat mengontrol kecepatan roda secara optimal.

Gambar. Grafik Kinerja ABS

ECU secara kontinyu menerima signal kecepatan dari ke empat roda dan mengukur kecepatan kendaraan dengan menghitung kecepatan dan deselerasi tiap roda. Bila pedal rem ditekan, tekanan hidrolis pada tiap wheel cylinder mulai naik dan kecepatan roda menurun. Bila ada roda yang akan mengunci, ECU menurunkan tekanan hidrolis dalam wheel cylinder tersebut.

ECU Skid Control mengatur katup solenoid menjadi mode penurunan tekanan sesuai dengan kecepatan deselerasi roda sehingga menurunkan tekanan hidrolis pada wheel cylinder. Setelah tekanan turun, ECU mengubah katup solenoid menjadi mode “holding” untuk memonitor perubahan kecepatan roda. Bila ECU merasa bahwa tekanan hidrolis perlu lebih diturunkan, ECU akan mengurangi tekanan kembali.

Saat tekanan hidrolis dalam wheel cylinder berkurang, hal ini membuat roda yang akan mengunci menjadi berjalan lagi. Tetapi, bila tekanan hidrolis diturunkan, tenaga pengereman pada roda akan terlalu rendah. Untuk menghindari hal ini, ECU mengatur katup solenoid menjadi mode “pressure increase” dan mode “holding” secara bergantian sehingga roda yang akan mengunci kembali mendapatkan kecepatannya.

Ketika tekanan hidrolis pada wheel cylinder telah ditambahkan oleh ECU, roda akan cenderung mengunci lagi. Karena itu, ECU sekali lagi mengubah katup solenoid menjadi mode “pressure reduction” untuk mengurangi tekanan hidrolis di dalam wheel cylinder dan begitu siklus seterusnya.

Diagnostik ABS

Gambar. Diagnostik ABS

Bila terjadi malfungsi pada sistem signal, lampu peringatan ABS pada meter kombinasi akan menyala untuk memperingatkan pengemudi bahwa telah terjadi malfungsi. Pada saat yang sama, DTC (Diagnosis Trouble Codes) disimpan dalam memori. DTC dapat dibaca dengan menghubungkan hand-held tester ke DLC untuk berkomunikasi dengan ECU dan mengamati pola kedip dari lampu peringatan ABS sebanyak 52 kedipan.

Demikian yang bisa kami bagikan, semoga sedikit tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *