Fungsi Governor Mesin Diesel Jika RPM Dinaikkan Lengkap dengan Gambarnya

Fungsi Governor Mesin Diesel Jika RPM Dinaikkan Lengkap dengan Gambarnya

Mesin pada kendaraan dibagi menjadi 2, yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Dari keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas terutama dari suplai bahan bakarnya. Jika pada mesin bensin, suplai bahan bakarnya tercampur langsung dengan udara kemudian masuk ke dalam silinder / ruang bakar secara bersamaan menyesuaikan bukaan katup throttle.

Sedangkan pada mesin diesel, bukaan throttle hanya memasukkan sejumlah udara saja. Disaat langkah akhir kompresi barulah pompa injeksi menyemportkan bahan bakarnya. Jadi pada prinsipnya mesin diesel itu udara dikompresi dulu hingga tekanan tinggi, kemudian solar diinjeksikan sehingga terjadilah pembakaran dengan sendirinya (self-combustion). Artinya mesin diesel tidak membutuhkan busi.

Perbedaan Tekanan Atmosfir

Di daerah pegunungan tekanan udara lebih rendah dan persediaan oksigen juga lebih sedikit. Pada mesin diesel yang di gunakan di daerah pegunungan, volume injeksi harus disesuaikan dengan tekanan udara. Penyesuaian ini tergantung dari putaran mesin. Pada saat momen putar maksimum, volume injeksi juga harus maksimum. Dengan putaran yang lebih tinggi, volume penyemprotan harus diperkecil, karena isi silinder menjadi lebih sedikit. Tanpa penyesuaian pada putaran tinggi gas buang akan menjadi hitam.

Baca Juga : 9 Bagian-bagian Komponen Nozzle Injector Mesin Diesel Lengkap dengan Fungsi dan Gambarnya

Prinsip Kerja Governor

Governor merupakan seperangkat komponen pada mesin diesel yang berfungsi sebagai pengendali putaran mesin agar tetap seimbang dan pada saat yang bersamaan mengendalikan output daya. Governor dibagi menjadi dua, pertama Governor Sentrifugal atau Governor Mekanis yang bekerja tergantung dari putaran mesin dan kedua Governor vakum atau Governor Pneomatic yang bekerja berdasarkan kevakuman.

Jika RPM Mesin Diesel Dinaikkan

Kurva Peforma Mesin Diesel

Berdasarkan kurva motor diesel diatas bisa kita tarik simpulan bahwa putaran maksimum mesin diesel harus dibatasi. RPM mesin naik, jumlah injeksi menjadi lebih banyak. Maka putaran akan terus naik sampai terjadi campuran yang sesuai. Pada saat putaran lebih, daya mesin terus naik karena isi silinder masih baik. Kenaikan daya dan putaran dapat mempercepat kerusakan mesin. Supaya hal ini tidak terjadi, motor diesel dilengkapi dengan governor yang membatasi putaran dan daya maksimum.

Sedangkan pada motor bensin putaran maksimum tidak dibatasi, karena sebelum putaran maksimum daya mesin akan turun, karena isi silinder menjadi lebih sedikit / berkurang.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semmoga bermanfaat untuk pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!