Mesin diesel merupakan sebuah mesin yang memanfaatkan solar / diesel sebagai bahan bakar utamanya. Mesin jenis ini banyak sekali digunakan sebagai penggerak utama dalam pemasok kelistrikan sebuah industri kapal. Selain banyak dimanfaatkan oleh industri, juga berlaku untuk kendaraan.

Pengertian Nozzle Injector

Nozzle Injector adalah sebuah alat dalam kendaraan mesin diesel yang berfungsi untuk mengatur proses penginjeksian bahan bakar serta mengatur pola semprotannya kedalam ruang bakar berdasarkan bentuk jarum pintel dan tekanan pompa injeksi bahan bakar.

Baca Juga : 3 Macam Tipe Pompa Injeksi Pada Mesin Diesel

Komponen-komponen Nozzle Injector

  1. Retaining Nut : Berfungsi sebagai bodi komponen untuk bagian bawah nozel.
  2. Nozzle : Berfungsi untuk mengatur pola pengkabutan bahan bakar kedalam ruang bakar.
  3. Spacer : Berfungsi sebagai penyalur bahan bakar.
  4. Pushrod : Berfungsi untuk mengatur besarnya tekanan bahan bakar.
  5. Nozzle Spring : Berfungsi untuk mengembalikan tekanan pengkabutan saat setelah proses penginjeksian selesai.
  6. Adjusting Shim : Berfungsi sebagai penyetel tekanan pengkabutan bahan bakar.
  7. Nut : Berfungsi sebagai pengunci part nozel.
  8. Gasket : Berfungsi untuk pembatas gesekan logam nut dan nozzle holder body.
  9. Nozzle Holder Body : Berfungsi sebagai bodi komponen injektor nozel dan tempat aliran bahan bakar.

Cara Kerja Nozzle Injector

Saat sebelum dilakukan proses injeksi, bahan bakar bertekanan tinggi telah mengalir dari pompa injeksi melalui saluran bahan bakar pada nozzle holder menuju oil pool pada bagian bawah nozzle body. Apabila tekanan bahan bakar pada oil pool naik, maka akan menekan permukaan ujung needle.

Bilamana tekanan bahan bakar ke needle melebihi kekuatan pegas, maka nozzle needle akan terdorong keatas oleh tekanan bahan bakar dan nozzle needle terlepas dari nozzle body seat. Kejadian ini menyebabkan nozzle menyemprotkan bahan bakar kedalam ruang bakar.

Ketika pompa injeksi berhenti memompa bahan bakar, tekanan bahan bakar akan turun dan tekanan pegas (pressure spring) mengembalikan nozzle needle ke posisi semula. Pada saat ini needle tertekan kuat pada nozzle body seat dan menutup saluran bahan bakar. Sebagian bahan bakar yang tersisa diantara nozzle needle dan nozzle body akan dikembalikan ke sistem bahan bakar melalui over flow pipe dan melumasi semua komponen yang dilewatinya.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *