3 Penyebab Coil Mobil Panas + Cara Mengatasinya

3 Penyebab Coil Mobil Panas + Cara Mengatasinya

Terbitnya tulisan ini dikarenakan beberapa waktu lalu kami mengalami problem saat ditengah jalan tol. Saat mobil melaju kencang, tiba-tiba saja di gas kelajuannya menurun dan mendadak mesin mati. 2 menit kemudian dinyalakan lagi juga nyala. 10 Km perjalanan lagi terjadi lagi kondisi demikian. Dan seterusnya seperti itu sampai ditempat tujuan. Kira-kira kenapa ya? Yuk simak penjelasan berikut.

Penyebab Coil Panas

1. Condensor Lemah

Condensor berfungsi untuk menyerap kelebihan energi listrik yang keluar dari platina diwaktu kontak platina terputus. Peran dari condensor sangat mempengaruhi kinerja dari coil dikarenakan tugasnya yakni menjaga kestabilan arus listrik yang mengalir saat kontak platina bekerja.

Apabila kondisi condensor lemah / short maka stabilitas arus otomatis akan tergangu, sehingga menyebabkan arus yang masuk ke condensor berlebihan. Efeknya coil akan cepat panas.

Yang lebih parah lagi arus pada kontak platina termakan oleh condensor yang mengakibatkan percikan bunga api pada busi menjadi kecil bahkan busi tidak mampu memercikkan bunga api yang berimbas pada mesin mati / mogok mendadak

2. Arus Pendek pada Kumparan Primer dan Kumparan Sekunder Coil

Arus pendek / korslet bisa saja terjadi pada kumparan coil. Saat terjadi korslet pada kumparan koil, maka yang terjadi adalah tidak terjadinya tegangan tinggi. Padahal jikalau ditinjau ulang coil berfungsi untuk merubah tegangan baterai 12 V menjadi tegangan tinggi hingga 25 kV.

Fungsi kumparan primer adalah untuk membangkitkan medan magnet. Sedangkan fungsi kumparan sekunder adalah merubah induksi magnet menjadi tegangan tinggi untuk disalurkan ke busi. Jika korslet akan mengakibatkan gagal fungsi sehingga mengakibatkan mesin mobil mati mendadak.

Baca Juga : 6 Bagian-bagian Komponen Coil Pengapian Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

3. Ballast Resitor Mengalami Short Circuit

Ballast resistor pada coil mobil memiliki fungsi untuk membatasi arus dan tegangan listrik yang mengalir ke kumparan primer. Ketika komponen ini berfungsi dengan baik, maka temperatur kerja coil akan tetap stabil sesuai dengan standard.

Short circuit / arus pendek yang terjadi pada ballast resistor menyebabkan arus yang diterima oleh coil primer menjadi tidak terbatas. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dan tidak segera diatasi maka akan mengakibatkan coil cepat panas. Coil cepat panas dapat mengganggu kinerja coil itu sendiri. Imbasnya bisa jadi kendaraan tiba-tiba mati dikarenakan coil gagal fungsi.

Solusi / Cara Mengatasi Coil Cepat Panas

Uraian diatas adalah kemungkinan penyebab yang sering terjadi. Adapun solusi yang paling ampuh adalah melakukan penggantian komponen yang rusak. Namun, dengan penggantian komponen baru belum tentu menjamin kendaraan anda bisa segera teratasi. Bahkan kondisinya tetap seperti itu. Jadi rekomendasi langkah yang bisa diambil adalah :

  • Siapkan test lamp AC-DC dan multitester / AVOmeter
  • Periksa kondisi kelistrikan pengapian kendaraan anda
  • Jika kelistrikan positif coil digunakan untuk mengalirkan arus ke komponen lain, segera putuslah jalur tersebut
  • Pastikan jalur kelistrikan pengapian terpasang relay
  • Lakukan pengecekan arus dan tahanan pada condensor, kumparan coil, dan ballast resistor. Apabila tidak sesuai batas normal standard kendaraan, segera lakukan penggantian. (Lihat manual book, karena masing-masing kendaraan standardnya berbeda)

Baca Juga : Cara Membuat Tespen AC – DC

Demikian sedikit artikel yang bisa kami bagikan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!