Mobil dapat melakukan pembakaran dalam silinder mesin dikarenakan ada sistem pengapian. Sistem pengapian dalam kendaraan dimaksudkan untuk membuat percikan bunga api pada busi guna menyulut terjadinya proses pembakaran dalam engine.

Proses pengapian ini memanfaatkan induksi magnet sehingga mampu menaikkan tegangan output baterai yang awalnya hanya 12 V menjadi 25 kV sehingga busi memercikkan bunga api. Proses perubahan tegangan ini menggunakan alat yang disebut dengan Ignition Coil.

Pengertian Ignition Coil / Koil Pengapian

Ignition Coil adalah part dari kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor yang bertugas mengubah tegangan 12 V menjadi 25 kV dengan prinsip kerja memanfaatkan perbedaan jumlah lilitan tembaga yang dialiri arus listrik. Lilitan coil terdiri dari lilitan primer dan lilitan sekunder serta ditengah-tengah lilitan ada inti besi guna menciptakan induksi magnet untuk menaikkan tegangan output yang kemudian disalurkan ke busi (spark plug) melalui kabel tegangan tinggi.

Pada sepeda motor hanya menggunakan 1 silinder sehingga tidak memerlukan firing order (urutan pengapian). Sedangkan pada mobil harus menggunakan firing order agar didapat timing pengapian yang tepat. Dalam mobil ada yang menggunakan 3, 4, 6, 8 silinder dan masing-masing mempunyai urutan pengapian yang berbeda-beda.

Baca Juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil

Bagian-bagian Komponen Coil Pada Mobil dan Fungsinya

  1. Primary Terminal (Positive) berfungsi sebagai penerima arus listrik positif dari baterai. Terminal positif ini juga dihubungkan ke fuse / sekering.
  2. Primary Terminal (Negative) berfungsi untuk menerima arus listrik negatif dari bateri. Selain itu juga dihubungkan ke distributor pengapian.
  3. Primary Coil (Kumparan Primer) berfungsi untuk membangkitkan medan magnet. Kumparan primer memiliki luas penampang kawat tembaga yang relatif besar tapi jumlah lilitannya hanya sedikit kurang lebih 400 lilitan.
  4. Secondary Coil (Kumparan Sekunder) berfungsi untuk mengubah induksi magnet menjadi tegangan tinggi sekitar 25 kV yang kemudian disalurkan ke kabel tegangan tinggi dan berakhir di busi. Kumparan sekunder memiliki luas penampang kawat yang realtif kecil tapi dengan jumlah lilitan yang banyak sekitar 30.000 lilitan.
  5. Iron Core (Inti Besi) berfungsi untuk membangkitkan medan magnet dan menyalurkan tegangan tinggi ke output terminal. Masih ingat ilmu fisika? Ketika batang besi ditaruh diantara lilitan tembaga yang dialuri arus listrik, maka akan timbul induksi magnet.
  6. Output Terminal berfungsi sebagai penguhung coil dengan distributor melalui kabel tegangan tinggi.

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan / Wiring Diagram Sistem Pengapian CDI-AC Pada Sepeda Motor

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *