Rangkuman Materi Sistem Pelumasan Mobil Lengkap Pemeriksaannya

Rangkuman Materi Sistem Pelumasan Mobil Lengkap Pemeriksaannya

Tujuan utama adanya sistem pelumasan adalah untuk menghindari kontak langsung antara dua bagian komponen mesin yang saling bersinggungan. Misalnya bagian yang saling bergesekan pada mesin yaitu : bantalan utama dengan jurnal poros engkol, ring piston dengan silinder, batang katup dengan lubang laluan katup (bos klep), big end batang torak dengan pena engkol, poros nok dengan bantalannya.

Apabila diantara bagian yang bergesekan tersebut tidak ada minyak pelumasnya, maka akan mengakibatkan kerusakan pada permukaan metal yang saling bergesekan sehingga dimungkinkan mesin akan berhenti berputar akibat keausan yang berlebihan pada komponen tersebut. Oleh karena itu sangat perlu sekali untuk melakukan perawatan komponen sistem pelumasan secara berkala.

4 Fungsi Sistem Pelumasan

  • Sebagai pelumas dari komponen mesin yang saling bergesekan.
  • Sebagai pembilas kotoran yang menempel pada komponen mesin.
  • Sebagai pencegah / penghambat keausan komponen mesin.
  • Sebagai pendingin komponen mesin secara langsung.

Komponen Utama Sistem Pelumasan

Komponen utama sistem pelumasan yaitu pompa oli (oil pump) berfungsi untuk mengisap oli dari karter untuk disirkulasikan ke seluruh komponen mesin yang membutuhkan. Berikut ini diperlihatkan secara detail dengan gambar:

  1. Saringan Oli
  2. Tutup Pompa Oli
  3. Rotor yang Digerakkan
  4. Rotor Penggerak Pompa Oli
  5. Pen Koter
  6. Penahan Katup Pembebas Pompa Oli
  7. Pegas Katup Pembebas Oli
  8. Katu Pembebas Pompa Oli

Pada pompa oli dilengkapi dengan relief valve yang berfungsi untuk membatasi tekanan pelumasan. Berikut ini menunjukkan gambar cara kerja relief valve.

Tekanan oli yang keluar dari pompa oli tergantung putaran mesin, semakin tinggi putaran mesin maka tekanan oli semakin tinggi. Pada saat mesin berputar pada kecepatan rendah, tekanan oli dari pompa oli masih di bawah tekanan pegas relief valve sehingga oli dari pompa oli mangalir menuju ke oil filter.

Pada saat mesin berputar pada kecepatan tinggi, tekanan dari pompa oli meningkat seiring dengan meningkatnya putaran mesin, sehingga tekanan oli melebihi tekanan pegas relief valve. Akibatnya relief valve terbuka sehingga sebagian oli kembali ke karter (oil pan). Dengan demikian pada putaran mesin tertentu, maka tekanan oli akan cenderung tetap.

Cara / Prinsip Kerja Sistem Pelumasan

Terdapat dua komponen utama dalam sistem pelumasan yakni: pompa oli (oil pump) dan saringan oli (oil filter). Pompa oli berfungsi untuk mengisap oli dari ruang engkol (oil pan) menuju ke seluruh komponen yang saling bergesekan. Komponen yang kedua yaitu saringan oli berfungsi untuk menyaring oli sebelum digunakan untuk melumasi komponen mesin. Dibawah ini akan ditunjukkan sketsa sirkuit sistem pelumasan pada mesin.

Pada pompa oli terdapat relief valve yang berfungsi untuk membatasi tekanan pelumasan. Pembatasan tekanan pelumasan tersebut bertujuan untuk memberi kesempatan terbentuknya oil film diantara dua bagian yang saling bergesekan dengan sempurna.

Pada saringan oli terdapat bypass valve yang berfungsi untuk memberi kesempatan oli tetap bersirkulasi jika elemen saringan oli kotor/buntu. Dengan demikian bypass valve merupakan katup pengaman jika elemen saringan oli kotor/buntu karena lama tidak diganti. Jadi apabila elemen saringan oli buntu, maka oli akan mengalir melalui bypass valve kemudian langsung menuju komponen mesin yang saling bergesekan tanpa melalui elemen oil filter.

Ventilasi Ruang Engkol

Pada sistem pelumasan terdapat ventilasi ruang engkol yang tujuannya untuk mencegah terbentuknya lumpur dan asam. Terbentuknya lumpur dan asam karena adanya sebagian campuran udara dan bahan bakar yang sudah dan belum terbakar (blow by gas) masuk ke ruang engkol. Lumpur dapat menyumbat saluran pelumasan, sedang asam dapat merusak komponen mesin yang terbuat dari metal. Ada dua macam sistem ventilasi ruang engkol yaitu jenis terbuka dan tertutup.

Di masa yang lalu pada umumnya ventilasi ruang engkol pada kendaraan bermotor jenis terbuka, sehingga blow by gas dari ruang bakar keluar mencemari udara luar. Oleh karena itu untuk mengurangi pencemaran udara akibat kendaran bermotor, maka diperlukan ventilasi ruang engkol jenis tertutup atau biasa disebut PCV (Positive Crankcase Ventilation) system.

Pada sistem PCV, blow by gas yang dihasilkan dari ruang engkol dimasukkan kembali ke ruang bakar. Sementara itu kebutuhan blow by gas di setiap putaran mesin tidak sama, sehingga diperlukan pengaturan agar blow by gas sesuai kebutuhan. Berikut ini disajikan gambar pengaturan blow by gas pada PCV system.

Pada sistem PCV type 1, terlihat ada breather hose 1 dan breather hose 2 untuk mengatur kebutuhan blow by gas. Pada saat mesin berputar stasioner dan kecepatan rendah, blow by gas dari ruang engkol ke ruang bakar melalui breather hose 2 karena kevakuman di bawah katup gas lebih besar dibanding di atas katup gas.

Pada putaran tinggi, blow by gas akan mengalir melalui breather hose 1, karena kevakuman di atas katup gas lebih besar dibanding di bawah katup gas.

Pada sistem PCV type 2, kebutuhan blow by gas diatur oleh katup PCV. Gambar tersebut menunjukkan bahwa katup PCV dihubungkan dengan intake manifold setelah katup gas. Katup PCV akan semakin menutup saluran pada saat mesin berputar pada kecepatan rendah karena pada saat ini kevakumannya tinggi.

Pada putaran tinggi justru kevakuman yang terjadi semakin rendah sehingga katup PCV akan membuka saluran semakin lebar.

Baca Juga : Cara Kerja Mesin Injeksi Pada Setiap Putaran Mesin

5 Langkah Pemeriksaan Perawatan Sistem Pelumasan

  1. Periksa komponen yang dibongkar dari kemungkinan cacat atau aus.
  2. Periksa katup pembebas dari kemungkinan aus atau tergores serta perhatikan apakah mampu meluncur dengan lembut.
  3. Ukur celah ujung rotor pompa oli. Jika melebihi limit silahkan ganti baru. Ukuran celah standard adalah 0.04 – 0.16 mm. Sedangkan batas limitnya adalah 0.2 mm.
  4. Ukur celah samping rotor pompa oli atau bodi pompa. Jika melebihi limit silahkan ganti baru. Ukuran celah standard adalah 0.03 – 0.9 mm. Sedangkan batas limitnya adalah 0.15 mm.
  5. kur celah bodi rotor pompa oli. Jika melebihi limit silahkan ganti baru. Ukuran celah standard adalah 0.10 – 0.16 mm. Sedangkan batas limitnya adalah 0.2 mm.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!