2 Diagnosis Troubleshooting Propeller Shaft Lengkap dengan Jenis + Cara Kerjanya

2 Diagnosis Troubleshooting Propeller Shaft Lengkap dengan Jenis + Cara Kerjanya

Poros propeller atau propeller shaft, ada juga yang menyebutnya driveshaft, apapun itu namanya yang jelas komponen ini merupakan komponen yang memiliki fungsi untuk meneruskan putaran mesin ke roda-roda kendaraan. Kalau lebih spesifiknya yaitu meneruskan putaran output transmisi ke gardan / differential dan axle roda dengan syarat menyesuaikan dengan gerakan naik turun kendaraan tergantung beban dan permukaan jalan.

Troubleshooting Propeller Shaft

Permasalahan umum yang sering kali terjadi pada poros propeller tidaklah banyak, hanya 2 masalah dan 7 kemungkinan penyebabnya. Lebih rinci sebagai berikut :

1. Noise / Berisik dari Propeller Shaft

  • Center bearing aus
  • Sleeve yoke spline aus
  • Bearing spider aus atau macet

2. Vibrasi / Getaran dari Propeller Shaft

  • Bushing belakang extension housing transmisi aus
  • Sleeve yoke spline macet
  • Runout poros propeller
  • Poros propeller tidak balance

Baca Juga : 11 Komponen Utama Differential / Gardan Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Jenis Poros Propeller

Ada 2 klasifikasi sih pada poros propeller itu. Pertama, berdasarkan jumlah universal joint. Kedua, berdasarkan konstruksi universal joint.

1. Berdasar Jumlah Universal Joint

  • Tipe 2 Universal Joint : adalah tipe propeller shaft yang menggunakan 2 sambungan yang bisa lentur dan dapat menyesuaikan dengan kondisi jalan / kendaraan
  • Tipe 3 Universal Joint : adalah tipe propeller shaft yang menggunakan 3 sambungan yang biasanya terpasang pada kendaraan besar. Bedanya dengan tipe 2 universal joint, kalau pada tipe ini pada bagian tengahnya ditambah dengan center bearing

2. Berdasar Konstruksi Universal Joint

  • Hooks Joint : konstruksi tipe ini sangatlah sederhana yaitu terdapat spider atau cross joint pada bagian tengah, lantas pada ujung-ujungnya spider terdapat 1 buah bearing cup dengan pengunci. Kelebihan tipe ini konstruksinya sangat kuat.
  • Flexible Joint : kontsruksi tipe flexible joint terdapat coupling yang terbuat dari karet atau biasa disebut rubber coupling pada bagian tengah. Sedangkan pada bagian luar dilapisi oleh karet atau boots. Kelebihan tipe ini tidak mudah aus, tidak memerlukan grease, dan tidak noise. Adapun kekurangannya tidak mampu memindahkan tenaga putar yang besar.
  • Trunion Bolt : konstruksi trunion bolt pada bagian tengahnya terdapat alur yang berfungsi sebagai tempat memasukkan drive shaft, sedangkan pada ujungnya terdapat ball yang berisi needle bearing.
  • Uniform Velocity Joint : kontruksi tipe uniform velocity joint sangat cocok untuk kendaraan dengan sistem pemindah daya model front engine front drive. Tipe ini mampu membuat kecepatan sudut yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi suara bising dan getaran.
  • Slip Joint : konstruksi slip joint yakni terdapat alur pada bagian ujung yang memungkinkan drive shat dapat bertambah panjang menyesuaikan dengan kondisi jalan.

Cara Kerja Propeller Shaft

  • Disaat mobil berjalan di permukaan rata : poros transmisi akan memutar slip yoke. Putaran ini juga membuat universal joint, drive shaft, dan flange yoke berputar ke arah yang sama.
  • Disaat mobil berjalan di permukaan jalan bergelombang : pada jalan yang tidak rata akan membuat perubahan sudut antara transmisi dan gardan secara berulang-ulang. Sliding joint akan bergeser mundur sedikit dari poros transmisi, adapun universal joint akan memberikan pergeseran sudut putar pada poros propeller.

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!