Poros propeller atau propeller shaft merupakan salah satu dari bagian drive train yang memiliki fungsi untuk menyalurkan tenaga dan kecepatan putar dari transmisi ke gardan.
Paling umum komponen ini terdapat pada mobil dengan penggerak belakang (RWD : Rear Wheel Drive) semisal Avanza dan Xenia.
Poros propeller terbuat dari silinder baja yang memiliki kemampuan menahan gaya putar dari output transmisi dan meneruskannya ke gardan.
Pada bagian luar poros propeller dilengkapi dengan balance weight yang bertujuan agar komponen ini berada dalam posisi seimbang, serta tidak terjadi getaran yang berlebih disaat mobil melaju pada kecepatan tinggi.
Jikalau dilihat kasat mata memang komponen poros propeller tidaklah begitu rumit, meski demikian tetaplah membutuhkan perawatan agar dapat berfungsi dengan baik. Pasalnya poros propeller tidak menutup kemungkinan juga dapat mengalami kerusakan seperti halnya komponen lainnya.
Tanpa poros propeller yang dapat bekerja dengan baik dan benar, maka mobil akan sulit untuk dikendarai bahkan tidak dapat digunakan untuk maju maupun mundur. Lantas apa saja yang harus dilakukan dalam perawatan poros propeller? Simak uraian berikut :
1. Selalu Menjaga Kebersihan Poros Propeller
Hal ini merupakan langkah awal yang harus dilakukan mengingat lokasi daripada poros propeller terletak pada kolong mobil. Sangat rentan terkena kotoran berupa debu, pasir, bahkan lumpur.
Kotoran-kotoran tersebut sangatlah berpotensi menimbulkan karat pada batang poros propeller hingga bearing-bearing yang terdapat pada universal joint.
Solusinya : Untuk meminimalisir terjadinya hal tersebut, disaat mobil selesai melintasi jalanan berdebu, berpasir, maupun berlumpur supaya tidak ketinggalan juga membersihkan bagian poros propellernya. Karena kebanyakan yang dibersihkan hanya body kendaraannya saja.
2. Periksalah Keausan, Kerataan, dan Kebengkokan Poros Propeller
Poros propeller yang sudah aus, tidak rata, serta bengkok akan membuat ketidaknyamanan dalam berkendara. Akan muncul bunyi dari kolong mobil, getaran yang semakin berasa, yang akhirnya dapat membuyarkan konsentrasi pengemudi karena dihantui rasa khawatir.
Solusinya : Lakukan pemeriksaan pada bagian universal joint dan center bearing dari kocak, serta cek secara fisik pada bagian batang poros propeller dari kebengkokan. Bilamana menemui kerusakan, segera lakukan penggantian joint atau ganti secara keseluruhan.
Baca Juga : 2 Diagnosis Troubleshooting Propeller Shaft Lengkap dengan Jenis + Cara Kerjanya
3. Lakukan Pemeriksaan Kekencangan Baut Pengikat Poros Propeller
Poros propeller memiliki peran penting yakni meneruskan putaran mesin hingga ke roda-roda mobil. Hentakan dan puntiran secara mendadak sering kali terjadi, tidak menutup kemungkinan baut pengikat poros propeller ini mengalami kelonggaran sehingga kendor dan berpotensi putus ditengah jalan.
Solusinya : Periksalah kekencangan baut poros propeller dan pastikan seluruh baut sudah dalam kondisi terikat kuat setiap 10.000 km yang meliputi :
- Baut pengikat antara output shaft transmisi dengan yoke depan
- Baut pengikat antara center bearing dengan chasis mobil
- Baut pengikat antara yoke belakang dengan pinion gear gardan
4. Berikan Grease Secara Rutin Pada Poros Propeller
Setiap mobil digunakan, maka poros propeller akan bekerja dengan berputar menyesuaikan kecepatan putar transmisi. Putaran ini akan menimbulkan panas yang lama kelamaan akan mengakibatkan grease mengering ataupun habis.
Solusinya : Berikan grease jenis chasis grease tiap perawatan kelipatan 10.000 km. Gunakan grease gun atau alat tembak grease agar grease yang lama keluar dari sela-sela roller bearing, serta memastikan bahwa grease yang baru benar-benar masuk menggantikan grease yang lama pada pada bearing dan laher. Adapun bagian yang perlu diberi grease pada poros propeller adalah :
- Bagian Universal Joint
- Bagian Slip Joint
- Bagian Center Bearing (Khusus Tipe 3 Joint atau Lebih)
5. Jangan Mengangkut Muatan Berlebih
Kerusakan poros propeller kebanyakan sering terjadi akibat kendaraan digunakan untuk mengangkut barang bawaan yang melebihi muatan. Hal ini turut andil mempercepat proses kerusakan poros propeller.
Solusinya : Berkendaralah yang baik dengan mematuhi aturan lalu lintas dan perundang-undangan yang berlaku termasuk didalamnya untuk tidak membawa muatan yang berlebihan.
Demikian sedikit berbagi yang dapat kami tuliskan. Semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung. Salam otomotif.