Jangka sorong adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengukur diameter luar, diameter dalam, panjang, serta kedalaman suatu benda dengan tingkat akurasi dan presisi yang sangat baik ketelitian 0,02 mm dan 0,05 mm.
Alat ukur ini menjadi andalan dalam bidang industri teknik atau engineering termasuk industri otomotif. Istilah yang biasa kita jumpai atau nama lain dari jangka sorong adalah mistar geser atau vernier caliper.
Bagian Komponen Jangka Sorong dan Fungsinya
Sebelum lebih jauh membahas cara membaca jangka sorong, yang perlu diketahui pertama kali adalah bagian-bagian komponen jangka sorong yang terdiri atas :

- Rahang dalam berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu benda
- Rahang luar berfungsi untuk mengukur diameter luar suatu objek ukur
- Skala utama berfungsi untuk menyatakan hasil ukuran utama, biasanya dinyatakan dalam satuan cm atau inci
- Skala nonius berfungsi untuk menambahkan tingkat akurasi ekstra pada pengukuran
- Tangkai kedalaman berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda ukur
- Baut pengunci berfungsi untuk mengunci mistar geser agar tidak berubah posisi ketika selesai pengukuran
Cara Membaca Jangka Sorong
Umumnya cara pembacaan jangka sorong adalah berdasarkan tingkat ketelitiannya, ada yang 0,02 mm atau ada juga yang 0,05 mm. Adapun membacanya bisa dengan satuan cm, mm, ataupun inchi. Berikut ini adalah penjabarannya :
1. Cara Membaca Jangka Sorong Ketelitian 0.05 mm
Perhatikan hasil pengukuran diatas, cara membacanya adalah :

- Membaca skala utama : Pada gambar diatas, langsung saja fokus pada angka skala utama tepat sebelum angka nol (0) pada skala nonius. Terlihat jelas dengan tanda merah bahwa skala utama menunjukkan angka 21 mm atau 2,1 cm.
- Membaca skala nonius : Perhatikan skala nonius satuan mm pada gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala nonius yang berhimpit lurus bertemu dengan satu garis pada skala utama. Garis tersebut adalah garis ke – 3. Garis ke – 3 ini harus dikalikan dengan tingkat ketelitian jangka sorong terlebih dahulu yaitu 0,05 mm x 3 (garis ke – 3) = 0,15 mm atau 0,015 cm.
- Pembacaan total nilai jangka sorong : Setelah skala utama dan skala nonius terbaca, baru menjumlahkan kedua angka tersebut. 21 mm + 0,15 mm = 21,15 mm atau 2,1 cm + 0,015 cm = 2,115 cm
2. Cara Membaca Jangka Sorong Ketelitian 0.02 mm

- Membaca skala utama : Pada gambar diatas, langsung saja fokus pada angka skala utama tepat sebelum angka nol (0) pada skala nonius. Terlihat jelas dengan tanda merah bahwa skala utama menunjukkan angka 34 mm atau 3,4 cm.
- Membaca skala nonius : Perhatikan skala nonius satuan mm pada gambar diatas dengan seksama, terdapat satu garis skala nonius yang berhimpit lurus bertemu dengan satu garis pada skala utama. Garis tersebut adalah garis ke – 12. Garis ke – 12 ini harus dikalikan dengan tingkat ketelitian jangka sorong terlebih dahulu yaitu 0,02 mm x 12 (garis ke – 12) = 0,24 mm atau 0,024 cm.
- Pembacaan total nilai jangka sorong : Setelah skala utama dan skala nonius terbaca, baru menjumlahkan kedua angka tersebut. 34 mm + 0,24 mm = 34,24 mm atau 3,4 cm + 0,024 cm = 3,424 cm
Baca Juga : Cara Menggunakan dan Membaca Hasil Pengukuran Dial Test Indicator (DTI)
3. Cara Membaca Jangka Sorong Satuan Inchi
Untuk pembacaan jangka sorong satuan inchi sama persis seperti jangka sorong satuan mm, perbedaanya adalah kalau ingin mendapatkan hasil dalam mm, maka harus dikonversikan terlebih dahulu yaitu dengan cara mengkalikannya dengan 25,4 mm

A. Jangka Sorong Ketelitian Inchi 1/128
Pada jangka sorong dengan ketelitian inchi 1/128, skala utamanya diberi tanda satuan ukuran inci, di mana setiap 1 inci dibagi menjadi 16 bagian yang sama, sehingga jarak setiap bagiannya adalah 1 inci : 16 = 1/16 inci. Sedangkan skala noniusnya dibagi kedalam 8 bagian yang sama dimana setiap garisnya adalah 1/128.

- Pada gambar diatas ditunjukkan garis pada skala utama di sebelah kiri garis 0 dari skala nonius adalah garis ke 4 (panah merah). Maka nilainya adalah 4 x 1/16 = 4/16 inci.
- Garis pada skala nonius yang paling sejajar dengan salah satu garis pada skala utama adalah garis ke 4 (panah biru). Maka nilainya adalah 4 x 1/128 = 4/128 inci.
- Jadi hasil pengukuran benda tersebut adalah 4/16 + 4/128 = 32/128 + 4/128 = 36/128 = 9/32 inci atau 0,28125 inci.
- Apabila ingin mengkonversi ke mm maka 0,28125 inci x 25,4 mm = 7,15 mm
B. Jangka Sorong Ketelitian Inchi 1/1000 (0.001)

- Pada gambar diatas ditunjukkan garis pada skala utama di sebelah kiri garis 0 dari skala nonius adalah garis ke 8 (panah merah). Maka nilainya adalah 8 x 1/40 = 8/40 inci.
- Garis pada skala nonius yang paling sejajar dengan salah satu garis pada skala utama adalah garis ke 10 (panah biru). Maka nilainya adalah 10 x 1/1000 = 10/1000 = 1/100 inci.
- Jadi hasil pengukuran benda tersebut adalah 8/40 + 1/100 = 20/100 + 1/100 = 21/100 inci atau 0,21 inci.
- Apabila ingin mengkonversi ke mm maka 0,21 inci x 25,4 mm = 5,33 mm
Demikian berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman terkait pembacaan jangka sorong dari sudut pandang otomotif yang dapat kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.
thanks
Karya tulis anda sangat bermanfaat bagi siswa dan mahasiswa teknik dalam memahami cara membaca jangka sorong