Sebuah kendaraan pasti tersusun oleh beberapa sistem. Sistem yang ada pada kendaraan meliputi sistem pelumas, sistem pendingin mesin, sistem bahan bakar, sistem pemindah tenaga, sistem chasis, sistem kelistrikan bodi, dan sistem pendingin ruang kabin, serta sistem lainnya. Semua sistem tersebut guna mencapai keamanan dan kenyamanan para pengendara.

Adapun bahasan dalam artikel kali ini akan berfokus pada sistem pendingin ruang kabin yang biasa disebut sistem AC (Air Conditioner) Mobil. Kalau mobil keluaran lama, sistem fluida AC nya masih menggunakan freon R22. Sedangkan mobil keluaran baru, sistem fluida AC nya sudah menggunakan freon R134a karena dianggap lebih ramah lingkungan.

Komponen AC Mobil

Sebelum membahas lebih dalam tentang rangkaian sistem kelistrikan AC mobil, untuk memudahkan pemahaman materi yang akan ditulis ini alangkah baiknya kita ketahui komponen apa saja yang ada pada AC mobil. Adapun komponen AC mobil meliputi:

  1. Fan
  2. Condensor
  3. Drier
  4. Expansion Valve
  5. Evaporator
  6. Blower
  7. Compresor

Baca Juga : Prinsip Kerja Sistem AC Mobil

Kode Rangkaian Kelistrikan Sistem AC Mobil

Sumber Gambar : Anugerah Jaya AC

Secara garis besar, rangkaian AC mobil dibagi menjadi 2 yaitu rangkaian thermostat dan rangkaian blower. Rangkaian thermostat berfungsi untuk mengatur suhu ruang kabin mobil agar tetap stabil dengan cara menghubung dan memutus arus listrik secara otomatis. Ketika ruang kabin panas, thermostat akan membuka dan menghubungkan arus listrik ke kopling magnet melalui relay sehingga kompressor bekerja memompa freon. Adapun waktu suhu ruang kabin sudah dingin, thermostat akan memutus arus listrik yang mengalir ke kopling melalui relay sehingga kompressor berhenti bekerja. Apabila suhu panas lagi, siklusnya seperti semula. Artinya thermostat bekerja untuk menstabilkan suhu ruang kabin sesuai dengan keinginan pengendara.

Sedangkan rangkaian blower berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan putar blower melalui switch AC. Switch AC terdiri dari Low, Medium, dan High. Jadi bisa menyesuaikan dengan kondisi pengendara, jika suka dingin ya tinggal mengarahkan switchnya ke high (H).

Aliran Arus Kelistrikan AC Mobil

  1. Rangkaian Thermostat : Baterai – Switch Kontak – Switch AC – Thermostat – Relay – Kompressor – Massa.
  2. Rangkaian Blower : Baterai – Switch Kontak – Switch AC – Resistor – Blower – Massa.

Kunci kontak diarahkan ke ACC, kemudian switch AC diputar ke arah L (Low / Rendah), M (Medium / Sedang), atau H (High / Tinggi). Baterai positif kode B / 30 disalurkan ke switch AC kode B dan relay kode 30. Sedangkan L, M, H switch AC dihubungkan ke L, M, H resistor. Kemudian H resistor dijamper ke positif blower dan negatif blower ke massa dengan kode 31.

Selain itu, switch AC kode C masuk ke thermostat dan dilanjutkan ke relay kode 86. Sedangkan output relay ada 2 yaitu kode 87 ke kompressor positif dan kode 85 ke massa dijamper dengan output kompressor.

Baca Juga : Cara Membaca Kode Kelistrikan Lampu Kepala

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami tuliskan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *