Cara Kerja Coil Pengapian Pada Mobil dan Fungsinya

Cara Kerja Coil Pengapian Pada Mobil dan Fungsinya

Coil pengapian (ignition coil) adalah komponen mobil yang terdapat dalam sistem pengapian. Sistem pengapian mobil terdiri dari baterai, coil, distributor, dan busi. Adapun pembahasan kali ini akan berfokus pada coil pengapian.

Fungsi Coil Pengapian

Coil pengapian berfungsi untuk menaikkan tegangan baterai dari 12 V menjadi 20 – 25 kV pada mobil standar. Sedangkan pada mobil balap, tegangannya bisa naik hingga 60 – 90 kV. Kenaikan tegangan ini dimaksudkan agar busi bisa memercikkan bunga api dengan sempurna dalam setiap kondisi mesin. Semakin besar tegangan output coil, maka pijaran bunga api busi akan semakin besar pula. Meski demikian, busi yang digunakan harus sesuai dengan kapasitas panasnya agar busi tidak mudah mati atau rusak.

Baca Juga : Cara Membaca Arti Kode Busi

Komponen Coil Pengapian

Secara konstruksi, coil pengapian mobil terdiri atas 6 komponen sebagai berikut :

  1. Primary Positive Terminal
  2. Primary Negative Terminal
  3. Primary Coil
  4. Secondary Coil
  5. Iron Core
  6. Output Terminal

Lebih Lanjut Baca : 6 Bagian-bagian Komponen Coil Pengapian Mobil Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Cara Kerja Coil Pengapian

Berdasarkan gambar diatas bisa diambil keterangan bahwa prinsip kerja coil pengapian mobil yaitu :

  • Saat arus listrik dari baterai atau generator masuk pada primary positive terminal (terminal positif), maka arus akan mengalir ke primary coil (coil primer / lilitan primer) yang kemudian menimbulkan kemagnetan pada primary coil. Selanjutnya arus listrik akan mengalir dari lilitan primer ke primary negative terminal (terminal negatif).
  • Ketika platina membuka, hubungan antara terminal negatif dan massa akan terputus sehingga juga memutus aliran listrik dari terminal positif ke coil primer. Kejadian ini membuat kemagnetan pada coil primer hilang dan menimbulkan induksi pada coil sekunder. Induksi pada coil sekunder menghasilkan tegangan yang sangat tinggi bergantung jumlah lilitannya.
  • Adapun pada pengapian CDI, prinsip kerjanya juga sama. Intinya menimbulkan induksi pada coil sekunder guna menciptakan tegangan tinggi.
  • Selanjutnya tegangan yang sangat tinggi ini disalurkan ke distributor untuk mengatur timing pengapian berdasarkan firing order pengapian mesin, sehingga busi memercikkan bunga api tepat pada langkah kompresi di tiap-tiap silinder engine.

Baca Juga : Firing Order Pengapian Mesin Mobil

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Avatar

Yoyok Damay

Seorang penulis yang berbagi sedikit pengalaman hidup agar bermanfaat bagi orang lain. Pecinta Otomotif, Software, Anime, dan Ikan Hias.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Woy, Ojo Nyolong !!