Pompa bahan bakar adalah salah satu komponen yang terdapat dalam sistem bahan bakar. Fuel pump berfungsi untuk memompa bahan bakar dari fuel tank menuju injector sesuai dengan kebutuhan dan beban mesin yang diinstruksikan secara langsung oleh ECU / ECM.

Fuel pump berbentuk seperti impeller / turbin, sehingga memerlukan sebuah penggerak. Adapun penggerak impeller pada kendaraan adalah arus listrik 12 V – DC, sedangkan tekanan yang dihasilkan fuel pump standartnya adalah 294 kPa (3,0 kgf/cm2).

ECU / ECM mengendalikan kerja fuel pump berdasarkan informasi yang telah dikirimkan oleh beberapa sensor injeksi, diantaranya :

  • Sensor MAP (Manifold Air Pressure), mengirimkan sinyal elektrik menginformasikan kondisi tekanan udara yang masuk melalui manifold.
  • Sensor IAT (Intake Air Temperature), memberikan informasi tentang kondisi suhu udara yang masuk melalui lubang intake.
  • Sensor EOT (Engine Oil Temperature), menampilkan suhu oli saat mesin dinyalakan berupa sinyal elektrik.

Baca Juga : Fungsi dan Cara Kerja MAP Sensor Lengkap Beserta Gambarnya

Selain sensor-sensor tersebut, masih banyak lagi sensor pendukung lainnya. Ketika informasi kondisi mesin telah valid, maka ECU / ECM akan segera memberikan perintah kepada fuel pump untuk memompa bahan bakar ke injector. Semakin lengkap suatu sensor dalam kendaraan, maka akan semakin baik pula peforma kendaraan tersebut. Hal ini dikarenakan fuel pump tidak akan pernah telat menyuplai sejumlah bahan bakar ke ruang bakar.

Baca Juga : 11 Macam Sensor pada Mesin Bensin EFI Lengkap Beserta Fungsi dan Gambarnya

Peralatan Pengukuran Tekanan Fuel Pump

Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengukuran tekanan pompa bahan bakar sebagai berikut :

a. Fuel Pressure Gauge
b. Pressure Gauge Manifold
c. Fuel Feed House

Prosedur Pengukuran Tekanan Pompa Bahan Bakar

  1. Pastikan kunci kontak ke posisi “OFF“.
  2. Lepaskan connector pompa bahan bakar.
  3. Putar kunci kontak ke posisi “ON“.
  4. Hidupkan kendaraan hingga mesin mati.
  5. Putar kunci kontak ke posisi “OFF“.
  6. Lepaskan selang bahan bakar.
  7. Pasang fuel pressure gauge dengan benar.
  8. Pasang kembali connector bahan bakar.
  9. Putar kunci kontak ke posisi “ON“.
  10. Hidupkan kendaraan dan lihatlah hasil pengukurannya, pastikan hasil pengukurannya adalah 294 kPa.

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *