MIL adalah sebuah indicator yang dipasang pada kendaraan EFI yang berfungsi untuk menampilkan informasi kerusakan sebuah sensor kendaraan PGM-FI berupa sejumlah kedipan lampu. Masing-masing kedipan lampu merupakan kode dari kerusakan yang dialami sebuah sensor.

Baca Juga : Kode Kerusakan Sistem PGM-FI Honda Supra X 125R Pada MIL

Pada artikel ini, pembahasan kita berfokus pada kode kedipan lampu MIL dan gejala yang ditimbulkannya. Agar lebih gampang memahaminya, langsung pelajari bersama poin-poin dibawah ini.

1. Kode MIL Berkedip 1 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem MAP (Manifold Absolute Pressure) Sensor. Ketika voltase rangkaian MAP sensor rendah (< 0,9 V) menunjukkan terjadi kegagalan pemakaian MAP sensor dan rangkaiannya. Saat voltase rangkaian MAP sensor tinggi (> 3,84 V) menandakan kontak longgar dari connector MAP sensor serta kegagalan pemakaian MAP sensor dan rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin beroperasi secara normal dan nilai pra-program 698 mmHg/930 hPa.

2. Kode MIL Berkedip 7 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem ECT (Engine Coolant Temperature) Sensor. Ketika voltase rangkaian ECT sensor rendah (< 0,07 V) menunjukkan terjadi kegagalan pemakaian ECT sensor dan rangkaiannya. Saat voltase rangkaian ECT sensor tinggi (> 4,92 V) menandakan kontak longgar dari connector ECT sensor serta kegagalan pemakaian ECT sensor dan rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin sulit dihidupkan pada suhu rendah, cooling fan sulit dihidupkan, dan nilai pra-program 80 derajat celcius.

3. Kode MIL Berkedip 8 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem TP (Throttle Position) Sensor. Ketika voltase rangkaian TP sensor rendah (< 0,21 V) menandakan kontak longgar dari connector TP sensor serta kegagalan pemakaian TP sensor dan rangkaiannya. Saat voltase rangkaian TP sensor tinggi (> 4,92 V) menunjukkan terjadi kegagalan pemakaian TP sensor dan rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu akselerasi mesin buruk dan nilai pra-program 0 derajat.

4. Kode MIL Berkedip 9 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem IAT (Intake Air Temperature) Sensor. Ketika voltase rangkaian IAT sensor rendah (< 0,07 V) menunjukkan terjadi kegagalan pemakaian IAT sensor dan rangkaiannya. Saat voltase rangkaian IAT sensor tinggi (> 4,92 V) menandakan kontak longgar dari connector IAT sensor serta kegagalan pemakaian IAT sensor dan rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin beroperasi secara normal dan nilai pra-program 35 derajat celcius.

5. Kode MIL Berkedip 54 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem BAS (Bank Angle Sensor) Sensor. Ketika voltase rangkaian BAS sensor rendah (< 0,31 V) menunjukkan terjadi kegagalan pemakaian BAS sensor dan rangkaiannya. Saat voltase rangkaian BAS sensor tinggi (> 4,53 V) menandakan kontak longgar dari connector BAS sensor serta kegagalan pemakaian BAS sensor dan rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin tidak bisa hidup, injector, fuel pump, dan ignition coil dimatikan.

6. Kode MIL Berkedip 12 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem Injector. Kegagalan fungsi injector biasanya ditunjukkan dengan kontak longgar dari connector injector serta kegagalan pemakaian injector atau rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin tidak bisa hidup, injector, fuel pump, dan ignition coil dimatikan.

7. Kode MIL Berkedip 21 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem O2 Sensor. Kegagalan fungsi O2 sensor biasanya ditunjukkan dengan kontak longgar dari connector O2 sensor serta kegagalan pemakaian O2 sensor atau rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin tetap beroperasi dengan normal.

8. Kode MIL Berkedip 12 Kali

Hal ini menujukkan terjadi kerusakan pada sistem IACV (Idle Air Control Valve) Sensor. Kegagalan fungsi IACV sensor biasanya ditunjukkan dengan kontak longgar dari connector IACV sensor serta kegagalan pemakaian IACV sensor atau rangkaiannya. Adapun gejala yang timbul yaitu mesin mogok, sulit dihidupkan dan putaran stasioner kasar.

Baca Juga : 2 Fungsi Sensor IACV (Idle Air Control Valve) pada Motor Honda Vario 125

Demikian sedikit informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda. Jika anda merasakan artikel ini bermanfaat, luangkan sedikit waktu anda untuk menekan tombol share agar banyak teman anda yang bisa merasakan manfaatnya juga. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *