Industri otomotif terus berkembang pesat hingga tak ada ujungnya. Meski demikian yang dipelajari pada bangku sekolah hingga di perkuliahan tetaplah bermula dari sistem konvensional. Mengapa demikian? hal ini dikarenakan dengan kita memperlajari sesuatu yang paling dasar diharapkan kita mampu mengikuti alur perkembangan dunia otomotif.

Tulisan ini memuat sebuah konsep dasar pengapian konvensianal yang menggunakan 2 macam penyalaan. Apa saja itu? Berikut uraiannya :

1. Penyalaan Sendiri (Motor Diesel)

Pada motor diesel udara dalam ruang bakar dikompresikan dengan tekanan kompresi tinggi yaitu 20 – 40 bar (2 – 4 Mpa) sehingga temperaturnya naik mencapai 700 – 900 derajat celcius. Selanjutnya bahan bakar disemprotkan kedalam ruang bakar sehingga langsung terjadi peyalaan / pembakaran.

Gambar. Penyalaan Motor Diesel

2. Penyalaan Dengan Bunga Api Listrik (Motor Bensin)

Pada motor bensin campuran udara dan bahan bakar dalam ruang bakar dikompresikan dengan tekanan kompresi rendah yaitu 8 – 13 bar (0,8 – 1,3 Mpa) sehingga temperaturnya naik hanya kisaran 400 – 600 derajat celcius. Kemudian barulah busi meloncatkan bunga api yang akhirnya terjadi penyalaan / pembakaran.

Gambar. Penyalaan Motor Bensin

Sistem Pengapian Motor Bensin Ada 2 Macam :

1. Sistem Pengapian Baterai

Gambar. Sistem Pengapian Baterai

Pada sistem pengapian baterai sumber utama pegapian memanfaatkan baterai untuk memberi aliran listrik pada koil guna menginduksi kumparan sekunder agar busi mampu memercikkan bunga api hingga terjadi pembakaran. Agar penyalaan pengapian bisa sempurna, maka kita harus melakukan penyetelan celah platina dan celah sudut dwell.

Baca Juga : Cara Menyetel Platina Dan Sudut Dwell Pada Mobil Sistem Pengapian Konvensional

2. Sistem Pengapian Magnet

Gambar. Sistem Pengapian Magnet

Pada sistem pengapian magnet untuk menginduksi koil menggunakan prinsip dasar induksi magnetis. Jika magnet digerak-gerakkan dekan kumparan maka akan terjadi perubahan medan magnet sehingga timbul tegangan listrik. Tegangan inilah yang disebut dengan ‘tegangan iduksi‘ guna menginduksi koil agar busi mampu memercikkan bungi sehingga terjadi pembakaran.

Gambar. Prinsip Kerja Induksi Magnetis

Cara Menaikkan Tegangan Baterai

Gambar. Ilustrasi Cara Menaikkan Tegangan

Agar busi mampu memercikkan bunga api, maka tegangan baterai yang awalnya hanya 12 volt harus dirubah menjadi 25.000 volt. Caranya bagaimana? dengan memasang ‘Koil Pengapian‘. Koil pengapian berfungsi untuk mengubah tegangan baterai 12 volt menjadi 25.000 volt dengan prinsip perbedaan jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder agar terjadi perubahan jumlah arus listrik dan timbul medan magnet sehingga muncul tegangan induksi untuk menyalakan busi.

Baca Juga : Cara Kerja Coil Pengapian Pada Mobil dan Fungsinya

Gambar. Cara Kerja Koil Pengapian

Demikian sedikit berbagi informasi yang bisa kami bagikan dalam artikel kali ini. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu dan menambah wawasan para pembaca sekalian. Terima kasih telah berkunjung, salam otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *