Kapan Seharusnya Ganti Oli Kendaraan Yang Tepat? – Oli merupakan komponen pelumasan kendaraan yang berfungsi untuk melumasi komponen engine. Dengan pelumasan ini tujuannya untuk mengurangi gesekan yang terjadi antar komponen, misalnya gesekan antara piston dan blok silinder. Selain mengurangi gesekan yang terjadi antar komponen, juga bertujuan untuk menyerap panas mesin itu sendiri.

Terus kapan waktu yang tepat untuk ganti oli?

Jawabannya sebenarnya relatif, sesuai penggunaan kendaraan. Kalau rata-rata kendaraan roda 2, setiap menempuh jarak 2.500 sampai 3.000 Km disarankan untuk ganti oli. Sedangkan pada kendaraan roda 4, setiap menempuh jarak 10.000 Km disarankan untuk mengganti oli. Namun banyak juga bengkel yang menyarankan setiap 5.000 Km ganti oli.

Selain dari jarak tempuh juga bisa menggunakan batasan kalender waktu. Kalau kendaraan roda 2 direkomendasikan ganti oli setiap 2 bulan sekali. Sedangkan kendaraan roda 4 direkomendasikan ganti oli setiap 6 bulan sekali.

Ada lagi yang merekomendasikan ganti oli melalui viskositas (kekentalan) oli yang digunakan. Bila oli yang digunakan menggunakan kode 20W – 50, harus mengganti oli setelah menempuh jarak kurang lebih 3.000 sampai 5.000 Km dikarenakan oli dengan kode 20W – 50 viskositasnya tidak terlalu kental. Sedangkan jika oli yang digunakan menggunakan kode 10W – 40, harus mengganti oli setelah menempuh jarak kurang lebih 7.500 sampai 10.000 Km dikarenakan oli dengan kode 10W – 40 viskositasnya lumayan kental.

Selanjutnya dari segi bahan dasar pembuatan oli. Bila bahan dasar pembuatan oli mengandung banyak mineral, maka sangat direkomendasikan setiap menempuh jarak 5.000 Km harus ganti oli. Sedangkan jika bahan dasar pembuatan oli mengandung fully synthetic, maka bisa mengganti oli setelah menempuh jarak 10.000 Km.

Selain dari keempat hal diatas, agar oli dapat bersirkulasi dengan baik sebagai sistem pelumasan kendaraan. Maka oil filter juga harus diganti setelah 2 sampai 3 kali pergantian oli. Tujuan pergantian oil filter ini agar sumbatan kotoran yang mengendap pada filter oli tidak mengganggu mekanisme pelumasan engine kendaraan, baik kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4.

Meski demikian, penggunaan kendaraan waktu dijalan juga berpengaruh pada waktu penggantian oli. Ada kalanya kendaraan terjebak macet, mesin tetap nyala. Tentunya pelumasan juga tetap bekerja. Kalau seperti itu setiap 5.000 Km harus ganti oli. Ada kalanya kendaraan melaju dengan kecepatan konstan saat dijalan tol, oli akan lebih awet kalau kasusnya seperti ini. Ganti oli bisa dilakukan setelah menempuh jarak 10.000 Km.

Demikian sedikit pengetahuan kami tentang kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli. Semoga sedikit berbagi pengetahuan kami bermanfaat untuk anda. Terima kasih telah berkunjung 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *